Isyarat KPK Soal Penghadiran Mantan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim

Hong Artha Ditahan, Haruskah Chusnunia Chalim Kembali Menghadiri Panggilan KPK?

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim. Foto: Istimewa

Fajar Sumatera – Sidang suap dan gratifikasi yang didakwakan KPK kepada mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, masih berlanjut. Agendanya masih pada soal pemeriksaan saksi-saksi.

Agenda sidang perkara korupsi Mustafa ini sesuai jadwal, akan dilaksanakan Kamis besok, 4 Maret 2021.

Sebelumnya reporter Fajar Sumatera telah mendapat informasi, bahwa Kamis besok KPK akan memeriksa mantan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim sebagai saksi di ruang persidangan.

Bagaimana respons KPK?

Kepada pewarta, Taufiq Ibnugroho selaku jaksa sebagai penuntut umum dari KPK yang baru usai melaksanakan persidangan korupsi perihal Dinas PU-PR Lampung Selatan memberikan keterangan perihal penghadiran saksi-saksi atas perkara Mustafa.

Mula-mula Taufiq menegaskan bahwa atas perintah dari majelis hakim, jaksa diminta untuk menghadirkan saksi yang tidak dapat hadir pada persidangan minggu lalu, tepatnya pada 25 Februari 2021 kemarin.

Baca Juga:  Kejati: Dugaan Korupsi Dinas PU-PR Lampung Selatan Tidak Satu Irisan Dengan Pengembangan Perkara yang Dilakukan KPK

“Sesuai dengan perintah dari majelis hakim kemarin, agar saksi yang tidak hadir untuk dihadirkan di minggu berikutnya, artinya besok ya. Dan kami juga sudah lakukan panggilan lagi kepada dua orang itu, pak Erwin Mursalim dan Geovani,” ungkap Taufiq Ibnugroho di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu sore, 3 Maret 2021.

“Selain itu, kita juga akan menghadirkan beberapa saksi lagi dari pihak swasta maupun dari partai politik. Besok kita lihat ya,” ucap Taufiq.

Di antara pewarta yang ada, Taufiq diminta menjelaskan perihal unsur saksi yang disebut bagian dari partai politik.

Baca Juga:  Permainan Fee Proyek di Disdik Lampung Utara Dibocorkan Gunaido Utama ke KPK: Atas Perintah Agung Ilmu Mangkunegara

“[Unsur saksi dari] Partai politiknya ada beberapa. Ini semuanya terkait dengan, ada yang terkait dengan yang sudah diungkapkan saksi terkait pencalonan maupun terkait adanya penyerahan uang, terkait pencalonan Mustafa sebagai calon gubernur atau pun terkait dengan pemberian sejumlah uang,” tutur dia.

Penjelasan Taufiq ini seolah mengisyaratkan, bahwa unsur saksi dari partai politik yang dimaksud adalah PKB atau Hanura.

Sebab, Mustafa belakangan ketahuan memberikan uang hasil pungutan ijon proyek dari Dinas Bina Marga untuk membeli perahu politik ke dua partai tersebut ketika ia ingin mencalonkan diri sebagai gubernur pada kontestasi Pilgub 2018 lalu.

Namun yang jelas, berdasar pada informasi yang diterima reporter Fajar Sumatera, unsur saksi dari partai politik yang akan dihadirkan KPK, tak hanya dari PKB saja.

Baca Juga:  Mustafa Berdalih Tidak Tahu Pinjaman Dana Rp 300 M

Tapi juga KPK turut menjadwalkan penghadiran elite Partai Gerindra, yang belakangan diketahui sudah mengakui pemberian uang Rp 1,5 M dari Mustafa.

Menyoal perihal penghadiran Chusnunia Chalim, diketahui Mustafa harus merogoh kocek senilai Rp 18 M untuk mendapat dukungan dari DPW PKB Lampung.

Chusnunia pun sudah diperiksa KPK lebih dari satu kali. Dan menariknya, Chusnunia tak hanya diperiksa untuk pelengkapan berkas Mustafa.

Tapi juga diperiksa penyidik KPK untuk pelengkapan berkas tersangka mantan anggota DPDR Lampung Tengah Zainudin, kader Partai Gerindra.

Zainudin merupakan tersangka yang menjadi bagian dari rentetan perkara Mustafa.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Chusnunia Chalim KPK Mustafa PN Tipikor Tanjungkarang

Posting Terkait