Iwan TB Cs Ultimatum PT HIM

PANARAGAN,FS-Kelompok Masyarakat Lima Keturunan Pimpinan Iwan TB melakukan aksi unjuk rasa di lahan perusahaan perkebunan karet PT Huma Indah Mekar (HIM) di Kabupaten Tulangbawang Barat. Aksi tersebut digelar di depan Komplek Kantor Pemkab Tubaba, Rabu (22/3) sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut koordinator aksi Iwan TB, lima keturunan tersebut sudah beberapa kali menghadap ke pihak perusahaan dengan etika baik. Namun hingga aksi tersebut digelar belum ada itikad baik dari PT HIM.

“Kami dari 5 keturunan sudah menghadap ke pihak  PT HIM, namun dari PT HIM tidak ada itikad baik. Sehingga hari ini kami akan melaksanakan sweeping di PAL 133 -139. Hal ini kami lakukan  untuk menghentikan para pekerja PT HIM melaksanakan aktivitas pekerjaannya” ujarnya.

Iwan menambahkan, dirinya menghimbau kepada para pekerja PT HIM untuk keluar dari lokasi dan tidak melakukan aktivitasnya di lokasi yang ditentukan. Dirinya tidak ingin memberhentikan kegiatan para pekerja. Karena menurutnya jangan sampai kekeluargaan yang selama ini sudah terbangun akan retak karena perusahaan yang tidak jelas, dan tidak punya program dengan  standar baik.

Selain itu, dirinya meminta perusahaan tidak memberikan kontribusi maupun retribusi dan program apapun kepada masyarakat di sekitarnya. “Jadi PT HIM tidak memperhatikan masyarakat sekitar dan generasi muda daerah ini, sedangkan diduga PT HIM memperpanjang Hak Guna Usaha (HGU) sampai tahun 2043.

Pria ramah ini menambahkan,  program kelompok 5 keturunan sudah jelas, sebelum dirinya ditangkap oleh pihak kepolisian pada tahun 2014 silam, dan dibuktikan dengan 3.500 KTP yang akan memblok tanah tersebut untuk dikembalikan kepada masyarakat.

Dirinya mengancam pekan depan, akan dipasang tiang-tiang panjang sebagai bukti lahan tersebut akan diduduki warga, dan akan melaksanakan kegiatan dari pagi hingga malam. “Jadi mereka (warga, red) akan mengambil alih lahan dan mempergunakan hak-haknya.

Jika pihak perusahaan merasa terusik dan merasa memiliki hak silakan melaporkan hal ini kepada aparat keamanan” pungkasnya.

Pantauan dilokasi, pihak 5 keturunan tidak meminta persetujuan dari pihak perusahaan karena menurutnya mereka menggunakan lahan miliknya sendiri.(GS)

294 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment