Jadi Tersangka Benih Jagung, Edi Yanto Mundur Dari Asisten

Bandar Lampung – Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi telah mengundurkan diri dari jabatannya .Hal itu di ungkapkan oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi usai pelantikan eselon II dan III di Balai Keratun Lantai III Pemprov Lampung. Senin (05/04)

” Terus terang saja ada dua hal saat saya menerima informasi tentang Edi yanto , yang pertama saya turut prihatin karena tipe nya tidak seperti itu, tetapi apapun bentuknya ini sudah menjadi kenyataan bahwa Edy yanto dalam posisi eselon II sudah menjadi tersangka, dan telah mengundurkan diri, oleh karena itu saya tidak perlu mengambil kebijakan kepada yang bersangkutan, “kata Arinal

Menurutnya, kejadian itu pada saat ia belum menjadi gubernur Lampung di tahun 2017.

” karena kegiatan ini tahun 2017 jauh hari sebelum saya memimpin, jadi jangan seolah-olah Gubernur yang sekarang.” urainya

Selanjutnya, bahwa berdasarkan informasi Edy yanto yang di sampaikan ke dia, peristiwa itu di karenakan keteledoran dirinya pada saat menanda tangani urusan tersebut, tanpa di perhatikan terlebih dahulu.

“Memang kejadian itu menurut Edi Yanto kepada saya bahwa kepala dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung tahun 2015 atau pelakunya yang menanda tangani urusan itu sedang menunaikan ibadah dan karena jadwalnya sudah mepet jadi dia (EY) harus menandatangani tanpa harus memperhatikan , ” Ungkapnya

Kemudian,Ia menjelaskan bahwa ada informasi yang di dapatkan, akan ada toleransi dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang menyatakan asal dikembalikan yang menggunakan anggaran berlebihan itu.

“Ada, toleransi dari BPK dan pengusahanya harus bertanggung jawab sudah mengorbankan dua staff dan perusahaan itu jangan mau untung terus. Kalian tau kan siapa pengusahanya jangan tanya lagi kepada saya,” tandasnya

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Tindak Pidana khusus (Pidsus) Segera Agendakan pemanggilan ke tiga tersangka atas Kasus Benih jagung senilai Rp140 miliar yang melibatkan dua pejabat pemerintah provinsi (Pemprov) Lampung. Senin (29/03)

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Lampung Andrie Setiawan mengatakan, bahwa saat ini Pidsus sedang dalam proses mengagendakan ke tiga tersangka tersebut.

“Data yang kami peroleh dari Pidsus Untuk pemanggilan tersangka sedang di agendakan, dan Saat ini penyidik sedang proses kegiatan di lapangan dan menunggu hasil dari BPK RI, “kata andre saat di wawancara media di Ruang kerjanya.

Selain itu, setelah pekerjaan dari penyidik selesai menurutnya nanti ada pemanggilan atas kerugian negara dalam proses pengadaan bibit itu.

” Tenang aja pasti kita akan panggil tersangka itu, tapi kami tuntaskan dulu pekerjaan sebelum memanggil tersangka dalam pemeriksaan ini. Setelah penyidik menuntaskan pekerjaannya dalam mengumpulkan alat bukti lain, katanya

Saat di tanya apakah ada kemungkinan untuk minggu ini di panggil. “Kita ikuti saja proses ini, Kita tidak bisa berandai – andai, karena ini masih ranahnya penyidikan, karena ada hal-hal yang tak bisa di sebutkan atau di sampaikan menyangkut undang – undang informasi publik, Nanti kalau ada pemeriksaan akan kami infokan, “ungkapnya

Di singgung soal sejumlah rekanan lainnya, ia menambahkan hal ini masih dalam penyidikan lebih lanjut.

“Ini yang lagi kita fokuskan kepada teman – teman untuk mendukung unsur-unsur yang lagi di lakukan penyidik,”tutupnya

Reporter :Agung Kurniawan

Posting Terkait