Jahit NKRI Ala Perawat Sepeda Motor Sejarah

Motor Antique Club Indonesia (MACI) Lampung.

TULANGBAWANG BARAT – DUA sepeda motor tua 50 cc dari Solo membelah padatnya Pulau Jawa hingga berlenggak-lenggok menghindari jalan berlubang kawasan perkebunan menuju Kabupaten Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung, akhir pekan lalu (14/4/2018).

Mbah Gampang dan Agustinus Candra telah merawat kendaraan buatan Eropa tahun ’60-an hingga masih mumpuni di zaman now.

Mini market dan pom bensin kerap jadi tempat favorit istirahat. Mereka selalu ceria sepanjang perjalanannya.

Perjalanan yang begitu jauh dinikmati bersama suka dan dukanya. Sepeda motor rusak dalam perjalanan menjadi kenangan indah.

Mereka punya teman sesama penggemar sepeda motor tua di tiap daerah. Ada yang menyempatkan silaturahmi ke sesama penggemar sepeda motor klasik.

Mereka merawat kuda besi tuanya bukan untuk gagah-gagahan tapi menghargai jejak sejarah dan persaudaraan sesama penggemar motor tua.

Kedua anggota Iron Buffalo itu ditemani Dede Hardito dengan motor tua juga dan Ipung dengan Vespa lawasnya.

Bukan cuma mereka, masih ratusan lagi bikers yang datang menggendarai sepeda motor klasik berbagai merk dan cc buatan Eropa dan Amerika sebelum dan sesudah kemerdekaan RI ke acara penggemar sepeda motor klasik “Tubablaarrr” di Tulangbawang Barat.

Baca Juga:  Umar Ahmad Pimpin Rolling Thunder di ‘Tubabablaarrr’

Para penggemar sepeda motor tua itu mengendarai langsung kendaraan-kendaraan yang diantaranya warisan dari para serdadu VOC dan Sekutu.

Mereka yang waktunya mepet tetap ada yang berusaha bertemu saudaranya meski terpaksa naik pesawat atau mobil.

Mereka yang berkumpul pada Tubablaarrr ada yang dari Makasar,  Banjarmasin, Bali (HMT), Surabaya (Pemudis), Semarang, Djogjakarta, Solo (Iron Buffalo), Blitar, Cirebon, Bogor, Pekalongan, Cikarang, Tanggerang, Jakarta, Tangerang, Medan, Jambi, Bangka, dan daerah lainnya.

Dari MACI Depok, dipimpin ketuanya, Juli Rahardjo (Ajo), setelah mampir di Tubablaarr, rombongan melanjutkan perjalanan hingga 0 Km, Nanggroe Aceh Darusalam.

Dalam perjalanan, mereka menjahit NKRI dengan saudara-saudara sesama penggemar motor tua di setiap provinsi.

Mereka terhimpun dalam Motor Antique Club Indonesia (MACI) yang lahir sejak 24 tahun lalu.

Klub sepeda motor yang bersemangat merawat sepeda motor bersejarah. Lewat kegemaran yang sama, mereka menjahit NKRI tanpa membedakan suku, agama, dan ras (SARA).

Baca Juga:  Umar Ahmad Pimpin Rolling Thunder di ‘Tubabablaarrr’

Koko Ko, suaminya artis multitalenta So Imah, ikut menikmati sensasinya bermotor tua menyeberangi Selat Sunda bersama keluarga besar MACI.

Lewat Facebooknya, Koko Ko mengekspresikan kebahagiaan bersama teman-temannya menjahit NKRI bersama “besi tuanya.”

Enom-tuwo, dadi siji, ora mbedakke pangkat derajat lan profesi. Senior-yunior ora dibedani. Lawas-anyar ora peduli, kumpul dadi siji, guyub rukun tansah diantepi. Ono ing keluarga besar MACI,” tulis Koko Ko di Facebooknya.

Dia bersama Omes, Isa Bajay, Fery Maryadi, dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Motor Baik, klub sepeda motor klasik yang bermisi menyebarkan virus kebaikan berkendaraan sekaligus merajut NKRI dengan Merah Putih dan sepeda motor lawasnya.

MACI Lampung yang merayakan 25 tahun kelahirannya bersamaan dengan perayaan HUT ke-9 Tulangbawang Barat menggelar acara “Tubablaarrr” untuk para penggemar sepeda motor klasik di kawasan Islamic Centre, Panaragan.

Tak hanya untuk keluarga besar MACI seluruh Indonesia, Tubablaarrr juga mengajak guyup penggemar mobil klasik, (Chevrolet, Jeep Willys, VW, sepeda motor modifikasi, scooter, dan sepeda motor tua bermacam merk dan cc buatan Jepang, hingga Harley Davidson baru dari Amerika.

Baca Juga:  Umar Ahmad Pimpin Rolling Thunder di ‘Tubabablaarrr’

Empat ribuan bikers dan sepeda motor “tumplek blek”  pada malam puncak Tubablaarrr, Sabtu (14/4/2018).

Berbagai perlombaan, kontes sepeda motor klasik, Tari Nenemo, musik Lampung, pameran benda pusaka, safety riding, hingga door price sepeda motor Kawasaki W-175.

Di balik hobi merawat sepeda motor tua, para penggemar sepeda motor dan mobil bersejarah tanpa berkoar-koar punya cara sendiri menjahit NKRI jelang hinggar binggar politik, mulai dari Pilgub 2018, Pilpres dan Pemilihan Legislatif 2019.

Hidup para perawat sepeda motor dan mobil tua, hidup para penggemar klasikan, hidup NKRI, hidup MACI. Mari kita terus jahit Bendera Merah Putih lewat kuda besi karat dan tua dari Sabang sampai Marauke. Merdeka! (*)

* Herman Batin Mangku

Sekretaris MACI Lampung.

739 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

MACI Lampung Tubabablaarrr

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan