Jajakan Cabe-cabean Pemuda asal Pringsewu Divonis 4 Tahun

Ilustrasi Sidang. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Juli Adi Umar, seorang pemuda asal Pringsewu, dihadirkan di Ruang Ali Said, Gedung Pengadilan Negeri Kelas 1-A Tanjung Karang Bandar Lampung, untuk mendengarkan pembacaan putusan dari majelis hakim kepada dirinya, lantaran ia telah melakukan tindak pidana perdagangan orang, yang ia pasarkan sebagai pekerja seks komersial, Senin (11/2).

Diketahui dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Anyk Kurniasih pada sidang sebelumnya, pria 28 tahun ini, didakwa telah melanggar pasal 2 ayat 1 undang – undang RI, nomor 21 tahun 2007, yang mengatur tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Terdakwa tertangkap tangan, saat dirinya  yang berperan sebagai mucikari, menjual 2 ABG sebagai pekerja seks komersial, yang ia pasarkan melalui aplikasi whatsapp kepada pelanggannya, dengan tarif yang ditawarkan olehnya sebesar 1 juta 7 ratus ribu rupiah.

Lantaran ulahnya tersebut, akhirnya majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Nirmala Dewita, menjatuhkan vonis hukuman kepadanya, dengan hukuman 4 tahun kurungan penjara, dan denda 2 ratus juta rupiah, dengan subsidair  pidana penjara selama 4 bulan lamanya.

Pemuda yang biasa disapa juna ini, mengaku mendapatkan keuntungan sebesar 6 ratus ribu rupiah, dari setiap gadis yang ia jajakan kepada pria hidung belang langganannya, yang ia gunakan untuk menafkahi keluarganya dan memenuhi kebutuhannya setiap hari. (*)

Jajakan Cabe-cabean

Posting Terkait