Jantung Keluarga, Bak Pangeran Charles Hingga Selalu Diberi Uang Lebih Banyak Oleh Maria Merry Adalah Sosok Agung Ilmu Mangkunegara

Dinasti Politik dan Family Corruption di Lampung Utara, Haruskah Muncul Tersangka Baru?

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara menatap tajam ke arah majelis hakim saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Foto: Tommy Saputra/Fajar Sumatera

Bandar Lampung – Namanya Rini Tahyati. Lulusan S2. Kini menjadi tenaga ahli anggota DPR RI Tamanuri. Sebelum tahun 2014, dulunya sebagai sekretaris pribadi Maria Merry sejak tahun 1999.

Ia duduk sebagai saksi A de Charge di hadapan majelis hakim pada Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 28 Mei 2020. Seperti yang diutarakan oleh Sopian Sitepu selaku pengacara terdakwa Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara, tujuan Rini dihadirkan karena punya pengetahuan tentang pengelolaan usaha milik keluarga. Tamanuri dan Maria Merry adalah orangtua dari Agung Ilmu Mangkunegara.

“Kami menghadirkan saksi yang meringankan (A de Charge) ini hanya sebatas mereka ini adalah pengelola usaha keluarga. Itu saja,” jelas Sopian Sitepu di hadapan majelis hakim.

Mendengar keterangan tersebut, Ketua Majelis Hakim Efiyanto kemudian menanyakan penjelasan detail perihal pengelolaan usaha keluarga dari Agung Ilmu Mangkunegara.

“Ibu Suci (yang terkait pengelolaan usaha keluarga_read). Yang satu lagi, ibu Rini yang bekerja di rumah atau staf dari ibunya pak Agung sudah sejak lama yang mulia. Artinya sekretaris pribadi,” terangnya lagi.

Sepanjang persidangan yang Fajar Sumatera dokumentasikan, Rini Tahyati kerap melontarkan kalimat yang menggambarkan pengetahuannya tentang sosok Agung Ilmu Mangkunegara sejak ia dijadikan sebagai adik angkat Tamanuri.

Tak hanya itu, ia bahkan tahu tentang kebiasaan Maria Merry yang setiap bulannya memberikan uang kepada anak-anaknya yang mana asal-usul pemberian itu adalah hasil pengumpulan dari sejumlah usaha keluarga besar Agung Ilmu Mangkunegara.

Keterangan Rini Kepada Pengacara Agung Ilmu Mangkunegara

Rini menjelaskan dirinya adalah tenaga ahli dari Tamanuri. Sebelum menjadi tenaga ahli, sejak 1991 Rini sudah menjadi sekretaris pribadi dari Maria Merry ketika Tamanuri menjadi Bupati Way Kanan.

Rini mengaku bahwa keluarga besar tersebut memiliki usaha. Dia menyebut usaha itu bermacam-macam. Ada rumah kontrakan, gedung yang disewakan, kos-kosan, dan cucian mobil.

Pengelola gedung yang Rini tahu adalah bernama Suci, saksi A de Charge yang duduk di sebelahnya. Untuk pihak yang bertugas pada usaha cucian mobil, kos-kosan, dan rumah kontrakan bernama Agus.

Rini menyatakan bahwa Agung Ilmu Mangkunegara sering meminta atau diberikan uang oleh Maria Merry. Angkanya bisa mencapai ratusan juta, bahkan bisa lebih dari Rp100 juta Lebih dari 100 juta.

Kala Agung Ilmu Mangkunegara mencalonkan diri mengikuti Pilkada, Maria Merry kerap menyuplai sejumlah uang yang dia sebut nilainya tidak terbatas dan uang itu bersumber dari pemasukan usaha milik keluarga.

Pada tahun 2016 dan 2017, Agung Ilmu Mangkunegara ia ketahui sering kali diberikan uang oleh Maria Merry. Kisaran uang yang ia ingat saat itu, mencapai Rp500 juta.

Rini mengklaim memiliki dasar pengetahuan atas uang-uang tersebut sebab ia memposisikan dirinya sekretaris pribadi, dan cukup dekat dengan Maria Merry.

Tak hanya Agung, Rini juga menyebut seluruh anak Tamanuri dan Maria Merry selalu diberikan uang. Kepada Agung Ilmu Mangkunegara, ada kekhususan dalam hal pemberian uang. Sebab, Agung Ilmu Mangkunegara adalah anak laki tertua. Dan juga, termasuk anak kesayangan.

Rini juga menjelaskan sosok Agung Ilmu Mangkunegara yang sangat sopan dan penyayang orangtua di tengah-tengah keluarga. Dasar keterangan ini dikatakan Rini karena ia sudah lama ikut dengan Tamanuri sejak tahun 1999 sehingga bukan waktu baginya untuk tahu bagaimana sosok Agung Ilmu Mangkunegara.

Sembari meneteskan air mata, Rini mengatakan bahwa Agung Ilmu Mangkunegara berperilaku baik. “Jadi saya nggak tahu lagi harus bicara apa. Pak Agung sangat penyayang. Dia itu jantung kami pak,” tuturnya berurai air mata sembari menangis sesenggukan.

Hakim Ulas Pemberian Uang Dari Maria Merry

Rini menjelaskan kepada anggota majelis hakim bahwa Maria Merry memiliki sejumlah buku berisi catatan pengelolaan usaha milik keluarga yang disimpan di lemari kamar istri Tamanuri itu. Namun demikian, ia tidak mengetahui langsung nilai rupiah atau angka yang tertuang di dalamnya. Karena ia beranggapan itu adalah yang privasi.

Pembagian uang kepada anak-anak hasil pernikahan Tamanuri dan Maria Merry kerap disaksikannya. Uang pemberian itu dimuat di dalam amplop yang ia tidak tahu berapa nilainya.

Pasca dimasukkan ke dalam amplop oleh Maria Merry, tugas Rini yang kemudian menghubungi anak-anak untuk memberikan uang itu secara tunai.

Uang di dalam amplop yang diberikan oleh Maria Merry kepada Agung Ilmu Mangkunegara selalu lebih banyak. “Ya setahu saya dia itu anak kesayangan. Kalau saya bilang (karena) anak tua laki-laki. Pangeran Charles-lah kalau saya bilang, suka saya candain gitu,” ucap Rini Tahyati. (Ricardo Hutabarat)

Kasus Korupsi Agung Ilmu Mangkunegara Kasus Korupsi Lampung Utara KPK

Posting Terkait