Jejak Karir Sekda Lampung Selatan Thamrin & Mengapa Ia Bersaksi Untuk Hermansyah Hamidi

Jejak Karir Sekda Lampung Selatan Thamrin & Mengapa Ia Bersaksi Untuk Hermansyah Hamidi

Sekda Lampung Selatan Thamrin. Foto: Istimewa.

Fajar Sumatera – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] memanggil Sekretaris Daerah [Sekda] Lampung Selatan Thamrin untuk dimintai keterangannya berkait dengan berkas perkara tersangka Hermansyah Hamidi [HH] –eks Kadis PU-PR Lampung Selatan.

Hermansyah Hamidi adalah tersangka atas pengembangan perkara korupsi mantan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan. KPK menduga Hermansyah Hamidi melakukan pengumpulan fee proyek di Dinas PU-PR Lampung Selatan pada Tahun Anggaran 2016-2017.

Ia dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Thamrin dipanggil dua kali –karena ia mangkir dari panggilan pertama. Panggilan pertama berlangsung pada 26 Oktober 2020. Panggilan kedua dijadwalkan pada 3 November 2020.

Di setiap pemanggilan itu, KPK memberikan peringatan kepada Thamrin agar kooperatif.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri belum memberikan respons secara spesifik tentang apa yang ingin didalami penyidik dari Thamrin.

Thamrin dulunya adalah Sekretaris KPU Lampung Selatan. Namun, sejak 23 November 2017, jabatan itu tidak lagi diembannya.

Thamrin kemudian menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Tahun 2019 tepatnya 3 Januari, Surat Keputusan [SK] dari Pelaksana Tugas Bupati Nanang Ermanto terbit dan menyatakan agar Thamrin bertugas sebagai Pelaksana Tugas Kadis PU-PR Lampung Selatan.

Thamrin waktu itu menggantikan Pelaksana Tugas Kadis PU-PR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi. Thamrin dapat ‘double job’.

Penunjukan Hermansyah Hamidi menjadi Pelaksana Tugas di dinas itu dikarenakan Kadis PU-PR Anjar Asmara ditangkap KPK –yang kasusnya Anjar Asmara ini merupakan dasar KPK melakukan pengembangan hingga menetapkan Hermansyah Hamidi jadi tersangka.

Hermansyah Hamidi juga saat itu punya ‘double job’. Karena menjadi Kadis Koperasi, Perindustrian dan UKM Lampung Selatan.

Thamrin kemudian menduduki jabatan Asisten Bidang Administrasi Umum. Setelahnya menduduki jabatan Pelaksana Tugas Sekda Lampung Selatan hingga resmi dilantik menjadi sekda defenitif pada 19 Mei 2020.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Hermansyah Hamidi KPK Sekda Lampung Selatan Thamrin Syahroni Zainudin Hasan

Posting Terkait