Jejak Sri Widodo: Terima Jatah Proyek Rp12 Miliar dari Syahbudin

Sri Widodo | Istimewa

Bandar Lampung – Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo dipastikan akan hadir sebagai saksi di dalam persidangan kasus korupsi komitmen fee proyek pada Dinas PU-PR dan Dinas Perdagangan. Sebelumnya, Sri Widodo tindak hadir karena sedang dalam keadaan tidak sehat.

“Sudah ada konfirmasi akan hadir,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Taufiq Ibnugroho, Minggu (19/1/2020).

Selain Sri Widodo, JPU juga menghadirkan Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara, Raden Syahril alias AMI –orang kepercayaan Agung Ilmu Mangkunegara– dan seorang perantara yang tidak disebutkan identitasnya.

Para saksi ini dihadirkan sebagai saksi di persidangan dengan terdakwa Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (20/1/2020) mendatang.

Taufiq Ibnugroho mengamini jika salah satu materi yang akan didalami jaksa terhadap Sri Widodo adalah mengenai keterangan Kadis PU-PR Lampung Utara non aktif Syahbudin dan Dekan Fakultas Teknik pada Universitas Malahayati Lampung Rina Febrina.

Dari keterangan Syahbudin dan Rina, Sri Widodo disebut mengacau di Pemkab Lampung Utara. Maksud mengacau di sini adalah tentang ricuhnya para kontraktor hingga berimbas kepada Syahbudin. Sehingganya, Syahbudin bercerita kepada istrinya Rina Febrina jika dirinya terlilit hutang. Uraian di atas ini sudah terungkap di persidangan. “Tapi kita tunggu saja yang bersangkutan (Sri Widodo_read) yang menjelaskan,” ucap Taufiq.

Berdasarkan dokumen yang diterima redaksi Fajar Sumatera, keterlibatan Sri Widodo dalam kasus ini diungkap oleh Syahbudin. Sri Widodo diduga mendapat jatah proyek dari Dinas PU-PR Lampung Utara senilai Rp12 miliar. Pemberian jatah ini diketahui atas permintaan Sri Widodo di awal tahun 2016. Taufiq Ibnugroho saat ditanya tentang adanya keterlibatan Sri Widodo terhadap jatah proyek tidak membantah dan membenarkan.

Menurut Taufiq Ibnugroho, informasi ini ada baiknya diklarifikasi saat persidangan dimulai. “Tunggu besok aja,” jelasnya.

Kami sudah mencoba melakukan upaya konfirmasi ke nomor ponsel Sri Widodo, namun belum mendapat jawaban. Saat dicoba dihubungi, nomor ponselnya tidak aktif. Pesan singkat berisi pertanyaan tentang informasi ini ke nomor 0813 1629 xxxx dan 0822 3368 xxxx belum mendapat balasan. (Ricardo)

Posting Terkait