Jembatan Bailey Mandirisejati Ambruk

Ilustrasi

KRUI – Jembatan darurat (Bailey) di Pekon Mandirisejati, Kecamatan Kruiselatan, Pesisir Barat (Pesibar) ambruk karena tak kuat menahan beban kendaraan berkapasitas besar, Kamis (23/11), Pukul 13.00 WIB.

Jembatan Bailey terbuat dari rangka baja ringan berkualitas tinggi, yang mudah dipindah-pindah (Movable).

Kondisi tersebut secara otomatis membuat arus lalu lintas di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) kembali lumpuh total, setelah kembali normal selama sebulan terakhir sejak jembatan bailey dimaksud dibangun.

Baca Juga:  PU Tuba Ultimatum Rekanan

Jembatan tersebut ambruk ketika Mitsubishi Fuso Nopol B-9913-HI yang bermuatan barang pecah belah melintas. Kendaraan berbobot sekitar seberat 14 ton tersebut dikendarai Agus Susanto dengan tujuan Bengkulu.

“Kekuatan maksimal jembatan ini sekitar 7 ton. Ambruknya karena ulah para sopir yang membawa beban yang melebihi daya tampungnya,” ujar Kasat Lantas Polres Lampung Barat (Lambar), AKP Agustinus.

Baca Juga:  Gubernur Lampung: Sepuluh Jembatan Dibangun Tahun 2017

Padahal sudah dipasang imbauan larangan melintas bagi kendaraan yang membawa beban di atas 7 ton. Untuk sementara seluruh kendaraan roda empat atau lebih, diminta memutar balik demi keamanan.

Bupati Pesibar Agus Istiqlal menyayangkan ulah para sopir yang bandel.

“Karena kepentingan bisnis membuat kepentingan umum masyarakat jadi terputus,” kata dia.

Menyikapi hal tersebut, Agus meminta seluruh satker terkaitnya untuk segera mengambil tindakan darurat. Terlebih dalam pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Pesibar Prioritas Ketersediaan Pangan

“Negara harus ikut bertanggungjawab karena ini jalan negara, semua pihak terkait segera mengambil langkah, Kementrian PU, Kementrian Perhubungan, dan pihak terkait lainnya, karna ini jalan nasional,” pungkasnya. (*)

Ambruk Bailey darurat Jembatan Mandirisejati pesibar

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan