Jokowi Sidak RSUD Abdul Muluk, Peserta BPJS didominasi Non PBI

 

Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru saja melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUD AM), Jumat (15/11/2019). Fokus utamanya adalah tentang program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Saya hanya ingin memastikan apakah yang namanya Kartu BPJS itu betul-betul sudah dipegang oleh rakyat, oleh pasien, yang ada di rumah sakit. Saya cek tadi hampir 90 persen lebih memakai BPJS,” ujar Jokowi.

Setelah sidak, ia malah bingung dan mengkomplain BPJS. Lantas, ia pun menyampaikan hal tersebut di hadapan media. Orang nomor 1 di Indonesia ini mengklaim bahwa dirinya memperoleh informasi tentang proporsi kepesertaan BPJS Kesehatan di rumah sakit tersebut justru lebih banyak didominasi oleh peserta program BPJS Kesehatan di luar pembiayaan negara atau daerah.

Baca Juga:  72,9 Persen Penduduk Indonesia Terdaftar di BPJS Kesehatan

Padahal jumlah peserta BPJS Kesehatan terbesar merupakan yang berasal dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh APBN.

“Ini yang mau saya lihat. Karena yang PBI itu kan banyak. Dari pemerintah itu 96 juta plus dari Pemda itu 37 juta. Harusnya ini sudah mencakup 133 juta. Harusnya yang gratis 133 juta. Ada di mana? Siapa yang pegang? Saya hanya ingin memastikan itu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Akreditasi Rumah Sakit Jadi Syarat Wajib Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Tak hanya Jokowi. Plt Direktur Umum dan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUD AM) Dr Elitha M Utari pun punya kekesalan tersendiri kepada BPJS.

Kekesalan itu terkait proses klaim ke pihak BPJS yang memakan waktu yang lumayan. Sehingganya, ia menyebut pihak Rumah Sakit mengalami kendala walaupun sedikit.

“Memang sedikit ada kendala. Proses pengklaiman dan mungkin kondisi pendanaan di BPJS-nya. Sehingga memang pembayarannya relatif padat, ada jeda waktunya lah. Antara pelayanan yang diberikan dengan pembayaran klaimnya,” kata dia.

Baca Juga:  Dulu Menolak BPJS, Sekarang Pemkot Bangun Kerjasama

Dia juga menjelaskan berapa lama waktu yang harus ditunggu pihak Rumah Sakit ketika meminta klaim kepada BPJS.

“Kalau di Abdul Muluk itu sekitar 3 sampai 4 bulan lah. Klaim BPJS dari Rumah Sakit ke BPJS,” tandasnya. (#)

BPJS Kesehatan Jokowi Sidak RSUD Abdul Muluk RSUAM RSUD Abdul Muluk

Posting Terkait