Jokowi Soroti Pelayanan BPJS di RSUD Abdul Muluk

Presiden RI Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Abdul Muluk, Jum’at, 15/11/2019. Foto Bam

BANDAR LAMPUNG  – Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Sakit Umum Daerah  Abdul Moeloek, di Kota Bandar Lampung, Jumat (15/11) untuk menyoroti pelayanan BPJS.

Dalam kunjungan kali ini, Jokowi berinteraksi dengan beberapa pasien BPJS serta memantau langsung  fasilitas pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung ini.

Dalam kunjungan kerja untuk pertama kali di Lampung, setelah terpilih kembali menjadi Presiden. Jokowi dijadwalkan langsung meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung.

Baca Juga:  BPJS Bersama Dinkes Bandarlampung Gelar Senam Gebyar Prolanis

Diketahui, kunjungan Presiden Jokowi ini, dilakukan secara mendadak, terkait tentang program BPJS Kesehatan di RS Abdul Moeloek.

Jokowi bahkan beberapa kali berinteraksi dengan beberapa pasien guna memastikan bahwa program BPJS tepat sasaran. Selain itu, jokowi juga melakukan sidak ke beberapa fasilitas yang ada di rumah sakit.

“Saya berpesan agar program BPJS selalu tepat sasaran,” kata Presiden, didampingi Plt Direktur Umum dan Keuangan RS Abdul Moeloek, Elitha Martalina Utari, Jumat (15/11).

Baca Juga:  Presiden: Tahun 2023 Seluruh Tanah di Sumatra Barat Bersertifikat

Usai melakukan kunjungan kerja di rumah sakit. Rombongan Presiden bertolak ke Kabupaten Mesuji untuk meresmikan JTTS Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung.

Sebelum kedatangan Presiden, salah satu keluarga pasien Kelas III program BPJS Kesehatan, Bambang, mengaku kecewa atas pelayanan terhadap orang tuanya yang sedang dirawat di rumah sakit bertipe A kebanggaan masyarakat Lampung tersebut.

“Sudah 19 hari, orang tua dirawat, tetapi belum juga ada kejelasan kapan akan dilakukan tindakan operasi,” sesal Bambang, saat ditemui, Rabu (13/11) lalu.

Baca Juga:  BPJS Sosialisasi Aplikasu E-Dabu dan Mobile JKN

Selain itu, dia juga harus mengeluarkan biaya sendiri sebesar Rp2,5 juta  untuk scanning di salah satu klinik swasta.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Surya Puspa,  membenarkan terkait rusaknya alat CT scanning.

“Saat ini alat tersebut dalam proses perbaikan dan dapat difungsikan pada awal Desemberl mendatang,” jelas Surya Puspa.

Pihak rumah sakit juga mengaku tetap menjamin pelayanan bagi para pasien BPJS Kesehatan dengan merujuk sekaligus menanggung biayanya bila melakukannya di klinik swasta. (Wandi/Bam)

BPJS Joko Widodo RSUAM RSUD Abdul Muluk

Posting Terkait