Jual Produk Expired, Swalayan Hanya Dibina

Kepala BPOM Lampung, Setia Murni

BANDARLAMPUNG — Berdasarkan Sidak yang dilakukan oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Lampung, di beberapa swalayan yang ada diBandarlampung, diantaranya gelael dan hypermart pada bulan ramadan tahun ini, masih banyak ditemukan produk yang dipajang pusat perbelanjaan tersebut tidak memiliki izin edar dan kadaluarsa.

Kepala BPOM Lampung, Setia Murni mengatakan bahwa, dibandingkan dengan tahun lalu, temuan produk yang tidak layak jual mengalami penurunan. Hal ini karena BPOM terus melakukan pendekatan kepada para pengusaha retail dengan melalui pembinaan dan sosialisasi untuk lebih memperhatikan izin dan barang expired agar tidak dijual.

Namun untuk memberikan efek jera bagi swalayan yang di area penjualannya masih kedapatan memajang produk tidak layak jual, pihak BPOM menginstruksikan kepada pemiliknya agar segera menarik  dan memusnahkan produk tersebut.

” Untuk memberikan efek jera kepada pemilik swalayan yang kedapatan mendisplay produk tidak layak jual, Kami instruksikan segera ditarik dan dimusnahkan” ujarnya saat ditemui, Selasa (13/6).

Menurutnya dengan cara itu juga para pemilik pusat perbelanjaan otomatis merasa rugi dan pada akhirnya akan lebih memperhatikan lagi barang yang dijual.

Setelah BPOM mendapatkan sample produk tak berizin, expired atau menggunakan bahan berbahaya bagi kesehatan, maka pihak BPOM akan menyelidiki sumber atau produsen produk tersebut.

” Setelah menemukan produk yang tidak memiliki izin edar atau menggunakan bahan yang berbahaya, Kami akan menelusuri darimana barang tersebut didapat, kemudian jika terbukti produsen tersebut itu melakukan pelanggaran, maka kami bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya” tegasnya.

Pihak swalayan yang kedapatan menjual produk tidak layak jual, sampai saat ini hanya diberikan surat peringatan dan pengarahan serta pembinaan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

” Kalo untuk sipenjualnya, belum ada tindakan hukum, karena kami lebih menelusurinya ke hulu, atau ke pihak produsennya” kata dia.

Penjual atau swalayan memang tidak ada sanksi hukum terkait penjualan produk tidak layak jual, hal ini karena BPOM juga mementingkan ekonomi kerakyatan.

Oleh karenanya BPOM meminta juga kepada konsumen agar lebih cerdas dalam berbelanja, sebelum membeli perhatikan label waktu expired dan izin edar produknya.

Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu tim Pengawasan Pangan Provinsi Lampung menemukan produk impor yang tak berizin dan kadaluarsa di Swalayan Gelael Jalan Jend. Sudirman, Enggal, Bandar Lampung. Sedangkan di Hypermart Tim juga menemukan sayuran dan buah-buahan yang telah menjamur dan tidak layak jual.

Di Gelael untuk produk impor sebanyak 15 kaleng Bake Beans SW (Sayur Kacang) in Tomate Sauce diimpor oleh Induk Koperasi TNI Angkatan Darat di Jakarta, Chan Pui Mui Chinese Traditional Food tidak dilabeli halal dan berizin fiktif, dan Mumu Jelly Es Mie Baso 1 bungkus yang kadaluarsa serta Roti Maryam yang izin edarnya telah habis atau kadaluarsa.

Buah-buahan dan sayuran juga masih ditemukan tidak layak dijual seperti sudah menjamur diantaranya labu siam kecil 5 pack, anggur hijau 17 pack, anggur merah 1 pack, anggur hitam 1 pack, tomat ceri 1 pack, dan jeruk ponkam 1 buah.

Buah dan sayuran pun akhirnya dilakukan pemusnahan di Swalayan Hypermart, terdapat 22 produk yang kadaluarsa izin edarnya yakni ayam potong paha atas 1 pack, sosis ayam 2 plastik, tepung panir 15 pack, sagu biji 18 pack, lap Chiong (dendeng balado) 15 pack, minuman yeos 4 kg, bakso ikan, adon Sarinah 6 plastik, dan chicken coctail.

Adapun sayuran dan buah-buahan tersebut diantaranya cabai merah besar 10 pack, okra 5 pack, labu siam 4, terong sayur 8, paprika 4, pare hijau 2, acolamame 2 pack, pisang cavendish 1 pack, anggur autum 1 pack, timun lokal 1 dan Lettuce 1 pack.(IH).

1,131 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan