Jurnalis Pesawaran sikapi Dugaan Ujaran kebencian dan ancaman oknum Ketua GMBI

Pesawaran (Fs) – Menyusul laporan tujuh organisasi Pers Kabupaten Pesawaran atas dugaan ujaran kebencian dan intimidasi terhadap Jurnalis, yang dilakukan oleh oknum Ketua LSM GMBI Pesawaran dan Ketua DPK GMBI Teluk Pandan melalui sebuah pernyataan melalui video, Ketua Dewan Pengurus Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC-KWRI) Kabupaten Pesawaran Agung Muharam meminta Ketua GMBI Pusat, lakukan evaluasi terhadap dua oknum Ketua GMBI Distrik Pesawaran, (15/01/2022).

“sebagai organisasi profesi jurnalis, KWRI mengutuk sikap yang dibuat oleh Manap dan Zaidan, Apapun alasannya, karena ketika ada jurnalis yang keliru menyajikan berita, nara sumber punya langkah lain, yaitu dengan melakukan hak jawab, dan tidak melakukan pengancaman, seperti preman,dan bukan prilaku selayaknya ketua organisasi, ” ungkap agung

Disisi lain, sebagai koordinator Ramadiansyah, menjelaskan bahwa laporan Tujuh lembaga pers di pesawaran yang dimaksud adalah, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Komite Wartawan Pelacak Profesional Indonesia (KOWAPPI), Forum Wartawan Kabupaten Pesawaran (FWKP), IkatanJurnalis Kabupaten Pesawaran (IJKP), Forum Wartawan Profesional Indonesia (FWPI) dan Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Pesawaran.

“mengenai perkara ini, sudah Kita laporkan ke penegak hukum, dengan maksud agar yang bersangkutan jera dan tidak menjadi contoh bagi lainnya, karena apa yang disampaikan, sangat mengancam profesi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistiknya, walaupun sebagai sesama manusia, kita wajib saling memaafkan, namun hukum tetap harus berjalan, ” ujar Ramadiansyah.

Ditambah rama, bahwa kedua terlapor diduga telah melanggar undang-undang transaksi informatika dan ujaran kebencian serta undang-undang pers nomor 40 tahun 1999,dengan harapan petugas kepolisian segera melakukan proses hukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“mengenai tuntutan hukuman, terserah penyidik, nanti akan terurai semua,melalui hasil penyidikan pihak kepolisian, yang jelas bisa di kenakan pasal berlapis,” tegas ramadiansyah

Di ungkapkan salah satu Tokoh Pers, Kabupaten Pesawaran, Erland Syofandi, mengatakan, dugaan ujaran kebencian dan ancaman yang di lakukan kedua oknum ketua organisasi terhadap wartawan, sebabkan aktifitas wartawan terganggu dalam menjalankan kegiatan jurnalistiknya.

“Karena keduanya sudah dilaporkan ke kepolisian, artinya merupakan respon dari pemikiran yang cerdas, Karena dalam hal ini, wartawan bukanlah bernaung terhadap organisasi massa, yang lebih mengedepankan kuantitas dari pada kualitas, ” ungkapnya. (DPonco)

Posting Terkait