Juru Parkir Terancam Hukuman Mati

Foto: Tinus

BANDARLAMPUNG  – Seorang juru parkir harus menerima dakwaan dari jaksa yang menjeratnya dengan empat pasal lantaran perbuatannya yang telah membunuh Riduansyah setelah bersenggolan saat berjoged di sebuah acara organ tunggal.

Soni Renaldo, harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjung Karang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah melakukan penganiayaan terhadap orang lain secara bersama – sama dengan rekan – rekannya hingga korban kehilangan nyawanya.

Dalam sidang yang digelar di ruang Ali Said, Selasa (9/7), Jaksa dari Kejaksaan Negeri Bandar Lampung membacakan dakwaan untuk terdakwa dengan mengenakan pasal 340, 338, 170 dan pasal 351  KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada 2017 lalu,  saat Soni Renaldo dan ke-lima temannya sedang asik berjoged di acara  hiburan orgen tunggal di Kampung Pekon Ampai, Kelurahan Keteguhan, Tanjungkarang Barat.

Saat itu terdakwa yang sedang asik berjoged bersenggolan dengan korban Riduansyah. Senggolan itu pun berlanjut menjadi perkelahian, korban yang seorang diri harus roboh kehilangan nyawa setelah terdakwa dan ke-lima rekannya mengaiaya korban dengan menggunakan kursi dan pisau yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh terdakwa.

Sidang lanjutan dari perkara ini akan kembali digelar pada pekan depan dengan agenda sidang yaitu mendengarkan keterangan saksi. (TN)

Posting Terkait