Kabid Dikdas Pesawaran Gelar Bimtek Abal-Abal

Disdikbud Pesawaran

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran. (net)

PESAWARAN – KEPALA Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Abul Hayat, diduga terlibat dalam pengondisian dana kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti oleh ratusan kepala sekolah SD dan kepala sekolah SMP yang diselenggarakan oleh Lembaga Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah (LPKPD) pada 11-13 Desember 2017 lalu di Hotel Emersia, Kota Bandar Lampung.

Ratusan kepala sekolah yang mengikuti bimtek tersebut dipungut biaya sebesar Rp 3 juta, yang dianggarkan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah masing-masing.

Disinyalir, Abul Hayat selaku Kabid Dikdas dengan penyelenggara dari LPKPD meraup keuntungan ratusan juta rupiah, yang lebih miris lagi, LPKPD diduga kuat lembaga bodong alias abal-abal. Karena alamatnya tidak jelas, begitu juga nomor telepon tidak tercantum dalam undangan.

Salah satu guru mengungkapkan, kegiatan bimtek tersebut dinilainya tidak ada manfaatnya, karena  kegiatan itu sudah pernah diadakan di kabupaten.

Materi nya pun tidak ada yang bisa diambil guna pembelajaran untuk peningkatan mutu pelajaran.

“Bimtek ini sudah jelas hanya mementingkan keuntungan semata, sebab panitianya tidak profesional, banyak kepala sekolah yang mengeluh. Bayangkan saja pak, kami ditekankan wajib ikut kegiatan ini dengan membayar sebesar Rp 3 juta. Itu pesan langsung dari Kabid Dikdas pak Abul Hayat, baik pesannya melalui WhatsApp maupun melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah masing-masing kecamatan. Anehnya, setelah kami memberikan biaya tersebut, kami tidak diberi tanda terima seperti kuitansi, jadi bagaimana kami akan mempertanggungjawabkan anggaran dana BOS tersebut,” ungkapnya sambil mewanti-wanti agar namanya jangan ditulis.

Dia juga mengatakan, kalau memang dari pihak aparat penegak hukum akan menidaklanjuti permasalahan ini, dirinya beserta kepala sekolah lainnya, bersedia memberikan keterangan seputar kegiatan bimtek ini.

“Saya berharap, kepada pihak kejaksaan agar dapat turun ke bawah menindaklanjuti permasalahan bimtek tersebut, dan ini jelas ada unsur korupsinya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kabid Dikdas Abul Hayat ketika akan dikonfirmasi tidak berada di kantor, begitu juga saat dihubungi melalui telepon seluler, walau keadaan aktif namun tidak diangkat.

Kepala Dinas Pendidikan Pesawaran, Fauzan Suadi, mengatakan bahwa kegiatan bimtek tersebut bukanlah acara dari dinas, pihaknya hanya diundang untuk membuka serta memberi sambutan.

Ketika ditanya terkait adanya tekanan untuk wajib mengikuti acara tersebut oleh Kabid Dikdas, dirinya sangat menyayangkan kalau itu sampai terjadi.

“Kalau memang ada tekanan untuk wajib mengikuti acara tersebut dari Kabid Dikdas, itu sangat saya sayangkan, karena ini bukan acara dinas pendidikan, ini kegiatan diselenggarakan oleh LPKPD,” ujarnya ketika dikonfirmasi, kemarin.

Fauzan juga menegaskan, jika selesai mengikuti kegiatan bimtek ini para peserta tidak dapat menunjukan hasil kinerja yang lebih baik, maka nantinya tidak boleh lagi ada kegiatan semacam ini.

”Kita lihat nanti, kalau memang setelah mengikuti bimtek ini mereka tidak ada peningkatan kinerjanya ya percuma. Ke depan tidak usah ada lagi kegiatan ini,” tegas dia. (MH/PS)

Bimtek Abal-Abal Kabid Dikdas Pesawaran

Posting Terkait