Kabid Pemerintahan Desa Pesawaran Divonis 15 Hari Bui

Kabid Pemerintahan Desa Pesawaran Divonis 15 Hari Bui

Ilustrasi.

BANDAR LAMPUNG – Terdakwa M Yusuf, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa di Badan Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa (BPMD) Kabupaten Pesawaran divonis hanya 15 hari penjara atas tindak pidana penganiayaan yang dilakukannya kepada korban Cik Noni yang merupakan mantan istri siri terdakwa.

Sidang tersebut dipimpin oleh Hakim Riza Fauzi di Ruang Candra gedung persidangan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang Kelas IA, Bandar Lampung.

“Setelah mendengar keterangan saksi-saksi, terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan,” kata Riza yang merupakan Wakil Kepala PN Tanjungkarang, Rabu (13/12/2017).

Yang menjadi saksi dalam kasus ini yakni Cik Nini (korban) serta Robi.

“Kedua saksi tersebut mengungkapkan yang intinya, benar telah terjadi pemukulan terhadap korban Cik Noni oleh terdakwa M Yusuf,” terang hakim.

Selain itu, diperkuat juga dengan hasil visum dari RSUD Abdul Moeloek yang menyatakan terdapat lecet dan memar pada bagian wajah dan bibir korban.

Baca Juga:  Pesawaran Punya Ikan Daerah Lain Dapat Nama

“Luka tersebut menimbulkan rasa sakit tapi tidak menghalangi korban untuk melakukan aktifitasnya sehari-hari,” ucapnya.

Menurut hakim, hal yang meringankan terdakwa yakni lantaran terdakwa dan korban telah melakukan perdamaian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

“Sudah ada perdamaian antara terdakwa dan korban,” ujarnya.

Terdakwa terbukti melanggar Pasal 35 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan. Karena itu, pengadilan menyatakan M Yusuf terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan.

“Berdasarkan fakta-fakta tersebut, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 15 hari dikurangi masa tahanan kota terdakwa yang sudah terdakwa jalani,” terangnya.

Artinya, vonis tersebut membuat M Yusuf bebas dari masa tahanannya lantaran sebelumnya dia telah menjalani tahanan kotanya selama 58 hari.

Vonis tersebut juga lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Joko Sucahyo yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman satu bulan penjara.

Baca Juga:  Caibucai Dana Jasa Persalinan

Dalam sidang sebelumnya, JPU menerangkan bahwa kejadian berawal pada Minggu (19/6/2016) lalu sekira pukul 12.00 WIB, di Jalan Palapa 10 tepatnya di depan rumah saksi, Nani Rahayu, Kelurahan Segalamider, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung.

“Saat itu, saksi Cik Noni sedang mengendarai sepeda motor Yamaha BE 3462 AF. Saat melintas di Jalan Pelapa 10 Kelurahan Segalamider Tanjungkarang Barat, Cik Noni melihat dari kaca spion motornya bahwa terdakwa M Yusuf membuntutinya dengan mobil Toyota Avanza,” kata JPU.

Kemudian, Lanjut JPU, Cik Noni bersembunyi di salah satu gang tepat di depan rumah warga sekira 10 menit lamanya.

“Saat Cik Noni merasa sudah aman, ia keluar dari gang tersebut. Saat Cik Noni keluar, terdakwa M Yusuf menghampirinya sambil marah-marah kemudian mengambil kunci sepeda motor milik Cik Noni,” terangnya.

Baca Juga:  10% Pegawai Ditunda Kenaikan Pangkat

JPU melanjutkan, setelah bertengkar mulut antara saksi Cik Noni dan terdakwa sekitar 10 menit lamanya, tiba-tiba terdakwa menampar saksi Cik Noni sebanyak satu kali dengan menggunakan tangan kanan.

“Tamparan itu mengenai bibir seksi Cik Noni sehingga berakibat sakit pada bibir dan luka serta mengeluarkan darah,” ungkap JPU.

Tidak berhenti di situ, selanjutnya terdakwa melempar kunci sepeda motor milik saksi Cik Noni ke tanah dan langsung pergi meninggalkan saksi Cik Noni.

“Keesokan harinya, saksi Cik Noni melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjungkarang Barat,” ujarnya.

Diketeahui bahwa yang menjadi penyebab keributan adalah karena cemburu. “Terdakwa cemburu buta apabila saksi Cik Noni dekat dengan laki-laki lain,” ungkap JPU. (RD)

Aniaya Istri Pesawaran Terkini

Posting Terkait