Kades Gunung Liwat Dilaporkan Ke Polisi

Ilustrasi. (Ist)

BATURAJA – Kepala Desa Gunung Liwat Kecamatan Pengandonan berinisial  AY (47) dilaporkan Sarjoni (39) warga desanya yang merupakan anggota BPD.

Sang Kepala Desa dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres OKU atas dugaan penganiayaan yang dilakukannya kepada Sarjoni.

Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi dengan nomor: STTLP/LP-B/ 45/ III/2019/SPK OKU tertanggal 12 Maret 2019.

Kepada Wartawan, Sarjoni menjelaskan bahwa dugaan penganiayaan terjadi pada Sabtu (9/03/2019), malam dirumah Kepala Desa.

“Kami selaku anggota BPD pada Sabtu malam diundang Kades untuk rapat pembahasan, pengesahan dan kesepakatan RKPDes dan APBDes 2019. Selain membahas RKPDes dan APBDes 2019, ternyata Kades dengan secara sepihak mengajukan pengesahan RPJMDes. Saya sangat terkejut  Kades AY tau-tau mengeluarkan RPJMDes untuk disahkan malam itu juga. Padahal untuk penyusunan dan pengesahan RPJMDes telah ada aturan UU dan Peraturan Bupati yang mengatur tahapan penyusunan dan pengesahan RPJMDes. Tapi ini kok dilakukan secara tiba-tiba,” papar Sarjoni, Kamis 14 Maret 2019.

Baca Juga:  Kades Tanjungrejo Dituding Tak Miliki Tatakrama

“Ini RPJMDes aku (Kades) sudah membuat. Malam ini juga kita setujui, kita sepakati dan kita sahkan” kata Sarjoni menirukan ucapan sang Kades.

Sarjoni juga mengaku tidak diberitahu kapan dibuat dan kapan musyawarahnya dan mengapa kami tidak diundang dan pertanyaan tersebut dijawab AY “Ai nak musyawarah-musyawarah terus” tutur Sarjoni sambil menirukan ucapan kades AY.

Kades AY lantas menyampaikan bahwa RPJMDes tersebut disusun oleh PJ Kades sebelumnya. Padahal sepengetahuan saya PJ Kades tidak bisa membuat RPJMDes, hanya Kades Defenitif yang bisa menyusun RPJMDes.

Baca Juga:  Warga Labrak Kades Sukajaya

Selanjutnya Sarjoni di forum musyawarah menjelaskan bahwa PJ kades belum pernah membuat RPJMDes, karena penyusunan RKPDes untuk 2019 disusun berdasarkan RPJMDes 2017 yang disusun Almarhum Kades Sukarya.

“Disana Kades mulai terlihat tidak senang, Lalu dia (Kades) mengatakan periksalah dulu, telitilah, malam ini kita sepakati bersama, sambil menunjuk tumpukan berkas RKPDes, APBDes, RPJMDes” cerita Sarjoni.

Sarjoni lantas menjawab “Mohon maaf Pak kades kalau malam ini harus menyetujui ini saya tidak sanggup, karena kami anggota BPD telah bersepakat setiap keputusan BPD harus berdasarkan hasil musyawarah. Setelah itu Kades mengambil berkas didepan Sarjoni dan ditaruh dimeja kerjanya.

Baca Juga:  Warga Labrak Kades Sukajaya

“Ternyata Kades langsung berbalik dan meninju saya dan saya terkejut bahkan tidak menyangka, untung saya bisa mengelakkan dan hanya mengenai pipi saya, lantas dia memegang kerah baju saya, langsung anggota musyawarah yang ada memegangi saya dan memisahkan kami,” ungkap Sarjoni.

Atas kejadian itu, Sarjoni langsung melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres OKU untuk mendapatkan keadilan.

Sampai berita ini diterbitkan kades Gunung Liwat AY belum bisa dihubungi.

Sementara itu Camat Pengandonan Ogan Amrin saat dimintai konfirmasi mengaku tidak mengetahui jika ada penganiaayaan yang dilakukan Kepala Desa terhadap BPD.

“Nah, kurang tau masalahnya mengenai apa,” tulis Ogan Amrin melalui pesan WhatsApp, Kamis 14 Maret 2019. (Ariyan)

Kades

Penulis: 
    author

    Posting Terkait