Kadisdikbud Pesibar Tergoda Rp400 Juta

Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Hapzi, seorang ASN yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Barat, harus menjadi tedakwa dan didudukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, pada Kamis (16/1), untuk mendengarkan pembacaan surat dakwaan atas perkara tindak pidana korupsi yang ia lakukan di tahun anggaran 2016 lalu.

Pria 54 tahun ini, didakwa oleh jaksa telah melanggar pasal 2 ayat – 1 dan pasal 3, junto pasal 18 UU No 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999, tentang pemberantasan korupsi, junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHpidana.

Baca Juga:  Jaksa Tuntut Kadisdikbud Pesibar 18 Bulan Penjara

Dalam perkara korupsi ini, Hapzi melakukan kejahatannya dengan cara menerima uang sebesar Rp400 juta rupiah dari Evan Mardiyansah, untuk penandatanganan kontrak pengerjaan proyek pengadaan meubelair Sekolah Dasar dan SMP di Pesisir Barat.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa, kepala dinas ini sebelumnya menolak untuk menyerahkan pengerjaan proyek kepada Evan Mardiyansah.

Baca Juga:  Kejari Menggala Usut Korupsi Meubeler

Padahal telah ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek oleh kepala dinas yang menjabat sebelumnya, lantaran terindikasi telah ada pengaturan pemenang ketika itu.

Setelah terdakwa menggantikan posisi kepala dinas sebelumnya, rencananya proyek tersebut akan dilelang ulang.

Namun, saat terdakwa menerima sejumlah uang dari Evan Mardiyansah, akhirnya terdakwa bersedia menandatangani kontrak perjanjian pengerjaan proyek kepada Evan Mardiyansah.

Baca Juga:  Kadis Dikbud Pesibar Bakal Mendekam 1 Tahun di Penjara

Sesuai dengan pasal yang dikenakan oleh jaksa, maka terdakwa Hapzi terancam hukuman pidana penjara paling lama selama 20 tahun dan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp1 miliar.(TN)

 

Kadisdikbud Pesibar Korupsi Meubeler

Posting Terkait