Kaleidoskop Pemprov Lampung 2017: Ekonomi Lampung Punya Prospek Cerah

Pelabuhan Bakauheni

Pelabuhan Bakauheni, Lampung (Ist).

BANDARLAMPUNG—Provinsi Lampung terletak di ujung selatan pulau Sumatera dengan luas 35.376,50 km2. Posisinya sangat strategis karena menjadi perlintasan utama jalur perhubungan darat dan laut antara wilayah Sumatera dan Jawa.

Secara geografis, Provinsi Lampung memiliki garis pantai yang cukup panjang. Di sebalah timur berbatasan dengan laut jawa, selatan berbatasan dengan selat sunda dan sebelah barat berbatasan dengan samudra Hindia. Sehingga tak heran bila Lampung sangat kaya dengan potensi parisawata alamnya.

Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo menuturkan, dibidang pertanian dan perkebunan, Provinsi Lampung memiliki berbagai komoditas unggulan antara lain padi, lada, kopi, singkong, lada hitam, jagung, kakao, karet, tebu, kelapa dalam dan kelapa sawit. Beberapa diantaranya seperti kopi sudah menjadi langganan ekspor ke berbagai negara di Eropa.

Hasil bumi yang melimpah ini mendorong tumbuhnya industri-industri seperti di daerah pesisir panjang, daerah Natar, Tanjung Bintang, Bandar Jaya. Sebagai pintu gerbang Sumatera, di Lampung sangat potensial berkembang berbagai jenis industri. Mulai dari industri kecil (kerajinan) hingga industri besar, terutama di bidang agrobisnis. Industri penambakan udang termasuk salah satu tambak yang terbesar di dunia setelah adanya penggabungan usaha antara Bratasena, Dipasena dan Wachyuni Mandira.

Berbagai potensi yang ada menjadikan Lampung sebagai daerah yang sangat potensial untuk investasi. Maka tak heran bila Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kemudian menetapkan Provinsi Lampung sebagai Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) konsentrasi pengembangan infrastruktur periode 2015-2019. Wilayah tersebut mencakup Merak–Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api-Api (MBBPT).

Berdasarkan data dari Asia Competitiveness Institute, Provinsi Lampung mampu memperbaiki ranking kinerja semua bidang dalam hal daya saing tingkat Nasional dengan melompati 7 peringkat  pada 2016 dari posisi 25 pada 2015 ke posisi 18 pada 2016. Capaian ini tak lepas dari meningkatkanya berbagai bidang sepanjang 2016 seperti pendidikan, stabilitas sosial, fleksibilitas pasar tenaga kerja, kemampuan finansial dan efisiensi bisnis.

Indeks Ketahanan Nasional (IKN)Provinsi Lampung mencapai skor 2,86 dan menjadi yang tertinggi se-Sumatera serta menduduki peringkat 6 besar secara nasional (skor IKN Nasional hanya 2,66).(sp)

201 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

prospek ekonomi lampung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan