Kaleidoskop Pemprov Lampung 2017: Ridho dan Pariwisata Lampung

Pantai Tanjung Setia, Pesisir Barat, Lampung. (IST)

LAMPUNG beruntung memiliki Gubernur Muhammad Ridho Ficardo yang muda, yang penuh semangat, yang tak henti-hentinya membanggakan dan mempromosikan keindahan dan potensi yang dimiliki Bumi Ruwa Jurai di tingkat nasional, bahkan ke dunia internasional.

Untuk beberapa sektor seperti investasi, dunia usaha, dan pariwisata, hasilnya cukup membuat banyak pihak berdecak. Dalam bidang pariwisata, Provinsi Lampung mencatat prestasi di bidang pariwisata dengan mengalahkan Bali dalam kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus).

Pada Oktober 2017, kunjungan wisnus tercatat 8,8 juta sekaligus menempatkan Lampung di posisi sembilan, sedangkan Bali 8,5 juta wisnus di posisi 11. Angka itu merupakan catatan Kementerian Pariwisata dan PT Telkom dengan menggunakan teknik lalu lintas pergerakan wisatawan melalui telepon seluler.

Berdasarkan data itu, kunjungan wisnus ke Lampung pada September 2017 bertengger di posisi enam dan pada Oktober pindah ke posisi sembilan. Namun, masih mengalahkan Bali yang selama ini menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara dan Nusatara.

Peningkatan kunjungan wisnus ke Lampung, menurut Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, lebih banyak ditunjang konvensi seperti Hari Keluarga Nasional, Hari Kopi Internasional, dan sejumlah acara bertaraf nasional yang mulai tren memilih Lampung sebagai tuan rumah.

“Ini tak lepas dari makin mudahnya akses ke Lampung baik melalui darat maupun melalui Bandara Radin Inten II,” kata Gubernur Ridho, di Bandar Lampung, sekali waktu.

Tentu saja, atas prestasi itu, Gubernur menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang mendorong perbaikan pariwisata dari sisi akses, amenitas, dan atraksi. “Ini prestasi seluruh pelaku pariwisata mulai pengelola hotel, restoran, pengelola tempat wisata, dan transportasi. Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi dan berharap agar tren kenaikan kunjungan wisatawan ke Lampung tetap dipertahankan. Ini sektor yang punya efek ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Ridho Ficardo.

Baca Juga:  Kaleidoskop Pemprov Lampung 2017: Lamsel dan Pesbar Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

Kunjungan wisnus tersebut masih didominasi dari Jakarta, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi. Wisnus asal Jakarta menempatkan Lampung di posisi kelima sebagai destinasi wisata. Menurut Ridho, meski tak masuk Program ‘10 Bali Baru’ yang dicanangkan pemerintah pusat, ternyata kunjungan wisatawan ke Lampung terus meningkat.

Kadis Pariwisata Lampung Budiharto, mengatakan, tak hanya wisnus, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) juga terus naik. Pada 2014 kunjungan wisman tercatat 95.528, naik menjadi 114.907 pada 2015, dan melonjak 155.053 pada 2016.

Indikator geliat pariwisata dapat dilihat dari tren pertumbuhan hotel dan hunian kamar hotel. Sejak 2014, pertumbuhan hotel di Lampung terus naik dari posisi 200 naik menjadi 239 pada 2015, dan 261 pada 2016.

“Banyak hotel di Lampung yang memiliki fasilitas konvensi sehingga bisa jadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional. Ini ditopang destinasi wisata yang tak jauh dari Bandar Lampung seperti Pulau Pahawang dan pulau-pulau di sekitar Teluk Lampung, sehingga bisa dikemas one day tour,” kata Budiharto.

Baca Juga:  Menpar Arief Yahya Beberkan Persyaratan Event di Rakornas III

 

Wisata Pintu Masuk Investasi

Kemajuan dunia pariwisata Lampung tidak bisa tidak akan mengimbas kepada peningkatan investasi di daereh ini. “Pariwisata itu pintu masuk bagi investasi dan menggairahkan dunia usaha. Bagaimana orang mau menamamkan modal di sebuah wilayah, kalau ia tidak pernah berkunjung ke tempat tersebut,” kata pakar marketing Hermawan Kertajaya dalam Seminar Strategi Promosi Pariwisata Lampung di Hotel Novotel, Bandarlampung, 18 Desember lalu.

Bapak Marketing Indonesia Hermawan Kertajaya ini mengakui Lampung daerah kaya pariwisata. Namun demikian, ada hal-hal yang menjadi PR dan mesti dikerjakan berbagai pihak, baik pemda maupun swasta, dalam pengembangan dan kemajuan pariwisata di Lampung.

Ia menilai Lampung sudah pada jalur yang benar dalam membangun pariwisata. Strategi marketingpaling utama adalah menjaga wisnu. Hal ini yang di beberapa tempat masih disepelekan. “Bagaimana Bali pascatragedi bom Bali bisa tetap eksis, itu karena wisatawan nusantara dan lokalnya. Untuk Lampung, saya kira sudah sangat siap berkembang pariwisatanya. Sebab, budaya melayaninya sangat bagus karena terdiri dari berbagai macam suku,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, yang Lampung mesti memanfaatkan momentum Asian Games 2018 demi pengembangan paket destinasi. “Jangan losing momentum. Memanfaatkan Asian Games, untuk lebih  memperkenalkan Lampung kepada wisatawan asing. Saya sudah bicarakan kepada Pemda melalui Dinas Pariwisata, undang saja travel-travel yang ada di Palembang dan Jakarta. Untuk menjabarkan treassure of Sumatera, agar bisa menjadi paket-paket destinasi. Sebab, tidak mungkin hanya datang-datang saja. Mereka pasti mau berkunjung dan berwisata,” kata dia.

Baca Juga:  Cara Kemenpar Bikin Industri Kuliner RI Makin Go International

Terkait advokasi. Soal kunjungan, Pemprov Lampung tidak usah ditanyakan lagi. Sudah mencapai lebih dari 10 juta pengunjung. Namun, yang harus didorong adalah bagaimana memberikan kesan positif agar para wisatawan bisa menyiarkan apa yang didapat dari pariwisata Lampung.

“Yang didorong mereka mau mensyiarkan. Lalu infrastruktur. Infrastruktur ini merupakan kunci. Ada tiga, aksesbilitas, atraksi, dan amenitas. Infrastrukturnya sudah bagus, kemudian konten juga banyak. Tinggal kesiapan sarana pendukung seperti hotel dan sebagainya,” tegasnya.

Menanggapi itu, Gubernur Ridho Ficardo mengatakan, sudah melakukan berbagai upaya demi pengembangan kemajuan pariwisata di Lampung. Yang difokuskan saat ini adalah mengenai aksesbilitas. “Sebab aksesbilitas ini, untuk mempermudah akses orang luar daerah mudah datang ke Lampung. Bagaimana yang jauh, menjadi merasa dekat karena mudahnya akses menuju pariwisata,” ujarnya.

Orang nomor satu di Pemprov Lampung ini mengatakan, dukungan akses di antaranya adalah upaya pemulusan Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, menjadi Bandara internaaional. “Insya Allah dalam waktu dekat bisa terealisasi. Kemudian, meskipun menjadi tulang punggung sistem logistik di Sumatera, Jalan Tol juga diharapkan bisa membantu kemudahan akses pariwisata. Upaya juga dilalukan untuk pengaktivan Bandara Taufik Kemas dalam pelayanan Jakarta-Pesisir Barat,” kata dia.

Majulah pariwisata Lampung! (UZK)

3,235 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Gubernur M Ridho Pariwisata

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan