Kampus Teknokrat Dorong Mahasiswa Terlibat Pembangunan Kota

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia saat magang di proyek pembangunan Flyover Pemerintah Kota Bandarlampung. (Foto ist)

Bandar Lampung (SMSI) – Sejumlah mahasiswa Universitas TeknokratĀ  Indonesia (UTI) mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang dibeberapa bidang, sebagai upaya peningkatan kapasitas.

Khusus Mahasiswa program studi Teknik Sipil Universitas Teknokrat, ditempatkan pada pembangunan proyek milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, salah satunya yakni Flyover Jalan Sultan Agung.

Para Mahasiswa Teknik Sipil terjun langsung dalam pembangunan Flyover, dimulai dari merangkai ram besi untuk dasaran jalan beton agar struktur bangunan jalan layang tersebut lebih kuat.

Baca Juga:  Jelita Cahyaningrum Harumkan UTI di Cabang Taekwondo

Meskipun Bandar Lampung masih terpa pandemi corona, Kegiatan PKL tetap menjadi syarat wajib yang harus dilakukan mahasiswa untuk dapat lulus menjadi seorang Sarjana Teknik.

Wakil Rektor I UTI, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM. menjelaskan bahwa PKL pada jurusan teknik sipil dilakukan pada beberapa proyek infrastruktur, diantaranya dapat dilakukan pada proyek pembangunan jembatan layang.

Baca Juga:  UTI Lampung Juara Umum Fit Fun Fest 2018

“Kehadiran mahasiswa dalam praktik langsung pada pembangunan Flyover ini sebetulnya bukan hanya soal akademik atau SKS, tetapi juga peningkatan kemampuan. Dimana mahasiswa bisa berkolaborasi langsung mengenai pengerjaan di lapangan, juga belajar mengambil keputusan dalam pekerjaannya yang belum didapatkan pada teori dikelas,” jelasnya kepada media.

Mahathir mengatakan, PKL akan dilaksankan selama dua bulan, meliputi pengamatan mengenai alat dan bahan yang digunakan pada struktur bangunan Flyover. Serta mempelajari metode dan tahapan pengerjaan, dan juga manajemen proyek dimana tempat mahasiswa melaksanakan PKL.

Baca Juga:  Tiga Mahasiswa UTI Ukir Prestasi di CCE 2018

“Kampus Teknokrat memberikan ruang yang lebih besar kepada mahasiswa untuk ikut terlibat dalam program-program pembangunan kota, mereka bisa mengambil peluang ini selama dua bulan di luar kelas,” ujarnya.

Mahatir menambahkan, PKL tidak hanya pada proyek pembangunan jembatan layang sultan agung tetapi juga bisa di berbagai proyek infrastruktur lainnya, yang ada di Lampung. Diantaranya, bendungan, embung dan super blok. (rls)

Kampus Teknokrat Universitas Teknokrat Indonesia

Posting Terkait