Kanit Pidum Polres Oku Halangi Peliputan Jurnalis

Ilustrasi (ist)

BATURAJA – Charli Oknum Polisi berpangkat IPDA Kanit Pidum Polres Ogan Komering Ulu (OKU) telah bersikap arogan terhadap Muhammad Wiwin wartawan TVRI Sumatera Selatan (Sumsel). Kemitraan media dengan pihak kepolisian justru di nodai oleh oknum polisi (IPDA Charli) dengan mencoba melakukan perampasan kamera dan menghalangi tugas wartawan saat sedang peliputan kasus pembunuhan yang terjadi di Jl.Ki Ratu Penghulu RT 6 Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sabtu (23/12).

Wiwin menceritakan, saat itu ia  mendapat laporan dari warga melalui via telepon, seketika itu Wiwin langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan liputan dimana saat itu di lokasi kejadian sudah ramai oleh warga dan polisi, namun ketika Wiwin sedang mengambil gambar, tiba-tiba Kanit Pidum Polres OKU IPDA Charli langsung datang menghampiri Wiwin dengan mengatakan “kamu siapa, kamu kalau wartawan konfirmasi dulu ya sama polisi,”tiru Wiwin seraya mengatakan jika saat itu oknum perwira tersebut membentak dirinya dan mempermalukan dirinya dihadapan warga sekitar.

Baca Juga:  Dua Wartawan Online Alami Kekerasan

Perlakuan Charli oknum polisi tersebut lebih lanjut Wiwin mengatakan, tidak sampai disitu saja, seolah-olah menantang. Selain itu oknum polisi menanyakan ada lagi tidak wartawan lain selain Wiwin. Bahkan dia (Charli oknum polisi, red) memerintahkan anak buahnya untuk mengambil kamera yang di pegang oleh Wiwin.

“Saat itu ada 3 orang anggota polisi mendekati saya dan memegang tangan saya untuk mengambil kamera saya. Tapi tetap saya pertahankan karena kamera ini  adalah aset saya. Kemudian salah satu anggota mengintimidasi saya dengan mengatakan hapuslah  gambar tersebut secara berulang-ulang. Saat itu saya sudah terpojok saya iya, kan perintah polisi, namun ketika polisi lengah saya langsung lari untuk mengamankan kamera saya,” terangnya.

Baca Juga:  Polres OKU Selatan Gelar Pasukan OPS Keselamatan Musi 2018

Wiwinjl juga mengatakan, jika permasalahan ini akan dilanjutkan ke ranah hukum. “Ini akan saya bawa ke ranah hukum, perkara diterima atau tidaknya laporan saya tetap akan saya bawa ke ranah hukum agar tidak ada lagi oknum-oknum seperti Charli ini bertindak seenaknya saja,” katanya.

Menyikapi hal itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten OKU Purwadi menyayangkan atas insiden dengan  menghalangi dan mengintimidasi wartawan TVRI yang sedang melakukan peliputan. Purwadi mengatakan, tidak semestinya oknum polisi apalagi berpangkat perwira melakukan hal yang tercela seperti itu. Hal senada juga dikatakan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten OKU, Rudi Hartono sangat menyayangkan dan mengecam perlakuan salah satu oknum perwira polisi yang bertugas  di Polres OKU tersebut, menurutnya hal itu tidak semestinya terjadi.

Baca Juga:  Kekerasan Terhadap Jurnalis Meningkat

“Kalau memang wartawan belum boleh mengambil gambar kejadian tersebut, bisa disampaikan secara baik-baik kepada awak media yang bertugas dilapangan,”kata Rudi.

Rudi menambahkan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, pada BAB VIII Pasal 18 ayat 1,2 dan 3 menyebutkan. ”Barang siapa yang menghalangi tugas pers dapat dituntut pidana dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp 500.000.000,-(Lima ratus juta rupiah),” tegasnya. Sementara itu saat dihubungi Wartawan melalui pesan WhatsApp Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari membalas, sudah diselesaikan secara kekeluargaan tadi sore, terjadi miss komunikasi saja,” tulisnya singkat. (ARI/*)

Kekerasan Terhadap Jurnalis Polres OKU

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan