Kapolri Ceritakan Upayanya Untuk Naikkan Tunjangan Anggota Polri

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (ist)

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menceritakan upayanya menaikkan tunjangan anggota Polri dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Tito mengaku sudah bertanya tentang bisa atau tidak anggotanya diberi tunjangan kinerja sebesar 70 persen dari gaji pokok.

“Katanya ‘Boleh Pak, dengan syarat Bapak bantu kita agar pendapatan dari pajak dan bea cukai, polisi back up kita’,” kata Tito menirukan kata-kata Sri Mulyani, seperti dilansir dari liputan6.com saat peresmian gedung Anton Soedjarwo di RS Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (28/12/2018).

Tito pun menyanggupi syarat yang diminta Sri Mulyani. Tito melanjutkan, tetapi setelah dihitung-hitung, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 29 triliun untuk memberi 440.000 anggota Polri remunerasi sebesar 70 persen.

Baca Juga:  Menkeu Sri Mulyani Sulit Tidur Jika iPhonenya Hilang

“Okay, saya bilang. Kita siap panggilin-panggilin penunggak pajak asal jangan menimbulkan kekisruhan. Kemudian untuk meningkatkan pendapatan dari sektor bea masuk dan keluar dan cukai barang-barang tertentu, ‘Kami siap apapun yang Ibu butuhkan. Kami dukung dengan langkah terakhir kalau diperlukan penegakan hukum’,” cerita Tito.

“Kemudian setelah dihitung kalau mau 70 persen, kalau 440.000 anggota Polri itu negara harus menaikkan anggaran Rp 29 triliun. Itu Bu Menkeu, Bu Sri bilang saya nyerah,” sambung dia.

Baca Juga:  Jenderal Ikut Pilkada, Kapolri: Semua Punya Hak yang Sama

Namun Tito membuat penawaran baru pada Sri Mulyani. Kenaikan tunjangan kerja dilakukan untuk wilayah-wilayah zona integritas.

“Ya sudah kalau gitu gini saja Bu, kita naikkan tunjangan kerja di tempat-tempat yang kita jadikan zona integritas,” ucap Tito.

Tito menerangkan zona integritas adalah wilayah-wilayah yang dinilai bebas KKN. Selanjutnya, tambah Tito, tempat-tempat yang diajukan untuk mendapat remunerasi 70 persen adalah yang berprestasi dalam hal pelayanan publik terhadap masyarakat.

“Alhamdulillah kemarin saya lihat beberapa Polres seperti Jember, Jombang, Sidoarjo mendapatkan tunjangan kinerja sebanyak 70 persen,” tutur Tito.

Baca Juga:  Menkeu: Indonesia Berperan Besar Dalam Mengurangi Kemiskinan di Dunia

Tito berharap hal ini dapat memotivasi anggota-anggota Polri lainnya. Tito pun berencana mengajukan besaran remunerasi 100 persen bagi personel-personel yang kinerjanya benar-benar berprestasi. Hal ini diyakini Tito dapat mengurangi perilaku koruptif di lingkungan Polri.

“Kita harapkan ini dapat mendongkrak anggota-anggota lain supaya mereka bisa mendapatkan reward, tunjangan kinerjanya naik 70 persen,” ujar Tito.

“Kami minta yang bagus betul naik 100 persen. Karena perhitungan saya, kalau sampai 100 persen maka take home pay seorang kombes bisa sampai di atas Rp 30 juta. Pasti akan bisa memerangi perilaku koruptif,” tutup dia.

(net/hp)

Kapolri Menkeu Sri Mulyani

Posting Terkait