Kasek SDN I Lingai Minta Maaf ke Bupati Tuba

MENGGALA,Akhirnya Aminah Kepala Sekolah (Kasek) SDN 01,Linggai Kelurahan Menggala Tenggah Kecamatan Menggala Tulangbawang sekali perbuatannya dan Meminta Maaf,terkait Penelantaran bangunan Sekolah.

Aminah didampingi oleh Keluarganya,dengan tulus dan penuh penyesalan sampaikan Permintaan maaf,kepada Bupati Tulangbawang Winarti,dan Dinas Pendidikan (Disdik) atas perkataannya yang di ungkapkan dilaman Facebook Group Tulangbawang pekan lalu terkait Kondisi Bangunan Sekolah.

Menurut Aminah,kondisi bangunan ruang belajar yang kotor dan tidak teramat dipostingnya melalui laman Facebook,tidak bermaksud menyudutkan Pemerintah atau pihak Dinas Pendidikan.

Namun kata Aminah,postingan tersebut secara tidak sengaja menuai Kontroversi,sehingga membuat kegaduhan pada area publik.

“Postingan yang saya Ungah hanya iseng saja,tidak ada maksud,menyudutkan Bupati dan kepala Dinas,Kondisi sekolah yang kotor dan tidak terawat mutlak adalah kesalahan saya pribadi sebagai Kepala Sekolah,saya menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama,”Aku Aminah.selasa 07/09.

Dikatakan Aminah,persoalan  internal yang terjadi pada sekolahnya dirinya pastikan akan secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut dengan tetap berkoordinasi dengan Disdik setempat.

“Bukan hanya itu,kedepan Kondisi sekolah baik sarana maupun Prasarana akan saya Pertanggung Jawaban,dengan menjaga dan merawat sekolah ini,sesuai kemampuan anggaran yang dimiliki sekolah,”ujarnya.

Untuk itu lanjut Aminah,dirinya berharap setelah adanya permintaan maaf  yang Ia sampaikan tidak ada lagi persoalan ataupun kegaduhan.

“Yang jelas saya menyesal,dan meminta maaf,saya harap ini selesai,saya tidak mau persoalan ini nantinya akan mengangu kegiatan Belajar dan Mengajar,”tukasnya.

Sebelumnya  Persoalan muncul sejak adanya Postingan di grup Facebook Kabar Tulang Bawang dan grup Presidenku Jokowi,dari Aminah Aminah yang mengaku sebagai Kepala Sekolah SDN 01 Lingai mengharap kepada Bupati Winarti serta Presiden Jokowi,untuk merenovasi beberapa ruang kelas yang dipandang tidak  lagi layak sebagai tempat KBM,jika tidak dilakukan perbaikan maka pemilik akun meminta agar sekolahnya di tutup.

Pantauan dilokasi,pada Jum’at 03/09 tiga hari menjelang KBM Tatap Muka,

nampak kesan kumuh terlihat saat masuk di area SDN 01 lingai Menggala,bau busuk menyengat berasal dari empat ruang belajar kanan masuk yang dipenuhi oleh kotoran kelelawar.

Kabid Pembinaan SD,Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang

Dikatakan Das’at Untuk membersihkan empat ruang belajar tersebut pihaknya dibantu pegawai Disdik dan beberapa Mahasiswi magang melaksanakan gotong rotong.

“Sudah kami bersihkan semua supaya anak-anak nyaman saat belajar,saya coba contak ibu Kasek tapi beliau tidak bisa datang karena ada urusan di luar kota,tidak jadi masalah yang penting semua ruangan belajar sudah bersih,”ujarnya.

Disinggung adanya kekecewaan lantaran permintaan Kasek,untuk membantu memperbaiki kerusakan Ruang Belajar dari bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan tidak mendapat respon,Das’at menjelaskan jika Disdik Tulangbawang tidak punya kewenangan untuk menentukan dapat atau tidaknya sekolah.

Menurut Das’at,penentuan dapat atau tidaknya DAK pada sekolah,tergantung dengan Laporan Dapodik masing-masing sekolah.

“Jadi masing-masing sekolah wajib rutin update mengisi laporan dapodik,secara Online,karena ini akan menjadi acuan utama kementerian untuk menentukan layak atau tidaknya sekolah mendapatkan DAK,

artinya Operator sekolah sangat berperan penting,dan kerusakan pada SDN 01 Lingai belum capai 30%jika mau diperbaiki kan ada dana Bos,jangan jadikan alasan seolah-olah salah pemerintah,padahal sengaja dibiarkan rusak dan kotor,ini luar biasa,”paparnya.

Das’at menjelaskan jika kerusakan plafon beberapa ruang belajar,baru 30% akibat kotoran kelelawar yang berada diatas sekolah.

Mestinya jelas Das’at,kerusakan tersebut dapat diperbaiki oleh pihak sekolah dengan mengunakan Dana Bos reguler.

“Ini bisa diperbaiki mengunakan Dana Bos reguler,karena 5%dari total Bos diperuntukan guna perawatan sekolah,semua tergantung kemauan Kasek,yang jelas nanti akan kita lihat penjelasan Kasek seperti apa,tentu saja hasilnya akan kami laporkan kepada pimpinan,persoalan dugaan penyimpangan itu ranahnya Inspektorat kami hanya pembinaan,”pungkasnya.

(Murni.Ac)

Posting Terkait