Kasus Gratifikasi Mustafa, Mantan Anggota DPRD Lampung Miswan Rodi Disebut Setor ke Paryono Rp 14 Miliar

Sidang kasus gratifikasi mantan Bupati Lamteng Mustafa kembali digelar, Kamis (8/4). Jaksa KPK Taufik Ibnugroho menjelaskan pihaknya menghadirkan lima saksi, namun dua saksi tidak menghadiri sidang.

“Hari ini kita menghadirkan lima saksi, namun dari lima tersebut hanya dua saksi yang hadir yaitu Muhammad Gofour dan Mofaje S Caropeboka dan yang tidak hadir tersebut pak M Nasir Syarif, Nur Roham, dan syarifudin safari tadi memberikan informasi bahwa ada yang keluar kota dan ada yang mertuanya meninggal dan minta dijadwalkan ulang,”jelas Ibnu usai persidangan di PN Tanjung karang.

Selanjutnya, tadi M Gofur terkait penerimaan uang ketok palu 2017 dan APBD perubahan 2018. Bahwa ada sejumlah uang yang di terima olehnya.

Untuk itu, ia menerangkan jika Gofour mengaku telah menyetorkan sejumlah fee untuk mantan Bupati Lamteng Mustafa saat itu.

“Bahwa adanya setoran fee yang di setorkan ke Mustafa dan yang di terima tadi APBD 2017 Rp. 37 juta 500 ribu, dan APBD murni 2018 Rp. 30juta dan ia juga mengelola untuk fraksi PKS sebesar Rp. 116 juta jadi Total nya 183 juta 500 ribu dan di tambah uang setoran fee sebesar Rp.750 juta,”ungkap ibnu

Kemudian, untuk saksi pak Mofaje yang bersangkutan adalah satu partai dengan Mustafa di Nasdem. menerangkan bahwa beliau mendapat perintah dari Mustafa untuk menerima sejumlah uang Rp 5 milyar dan 9 milyar dari Miswan Rodi untuk di serahkan ke Paryono terkait uang mahar politik PKB. Dan ada juga yang pribadinya senilai Rp. 1,1 milyar. Dari total 18 milyar.

Reporter Agung Kurniawan

Posting Terkait