Kasus Korupsi Lampung Utara: Kadis PU-PR Beri Rp4,1 M ke Samsani Sudrajat Untuk Dapat DAK Tahun 2017 dan 2019

 Kasus Korupsi Lampung Utara: Kadis PU-PR Beri Rp4,1 M ke Samsani Sudrajat Untuk Dapat DAK Tahun 2017 dan 2019

Kadis PU-PR Lampung Utara non aktif Syahbudin menggunakan rompi oranye KPK pasca ditetapkan sebagai tersangka. Sumber foto: Liputan6

Bandar Lampung – Dr.Eng.Rina Febrina,S.T.,M.T memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim pada sidang kasus korupsi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (9/1/2020) lalu. Dia adalah istri dari salah satu tersangka dalam kasus ini, Kadis PU-PR Lampung Utara non aktif Syahbudin.

Ia duduk bersama empat orang saksi lainnya di hadapan hakim yang diketuai Novian Saputra. Dalam memberikan keterangan sebagai saksi, Rina Febrina yang juga merupakan Dekan Fakultas Teknik dan Dosen di Universitas Malahayati Lampung mengungkapkan keterangan mengejutkan.

Menurut dia, Syahbudin pernah bercerita kepadanya tentang lobi-lobi kepada seseorang di Jakarta untuk mendapat dana serta pekerjaan proyek. “Saya tidak tahu detailnya. Saya cuma dapat cerita dari suami saya,” ujar Rina saat dimintai penjelasannya tentang hal ini sembari pergi meninggalkan awak media.

JPU KPK Taufiq Ibnugroho tidak membenarkan dan membantah keterangan Rina ini. Untuk tahu kebenaran keterangan Rina ini, Taufiq mengatakan untuk lebih bersabar. Sebab, keterangan itu nanti bisa dikonfirmasi saat sidang lanjutan dengan menghadirkan terdakwa lainnya. “Kita tunggu saja sidang lanjutan, ini kan masih sidang pemberi suap,” ujar Taufiq.

Sumber yang mengetahui hal tersebut mengungkapkan, bahwa Syahbudin pernah berdiskusi dengan seseorang bernama Samsani Sudrajat. Orang ini dikenal Syahbudin berdasarkan informasi dari anak buahnya, Kabid Sumber Daya Air bernama Franstory. Sementara Franstory mengaku tahu Samsani dari seseorang yang dulunya adalah PNS. Franstory mengatakan kepada Syahbudin bahwa ada orang dari Jakarta yang menawarkan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Mendengar hal itu, ujar sumber yang tidak ingin namanya ditulis, Syahbudin kemudian mengadakan pertemuan dengan Samsani Sudrajat di Hotel Grand Anugerah di Kota Bandar Lampung. Samsani Sudrajat menjanjikan kepada Syahbudin bahwa ia dapat melobi DAK kepada seorang anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Syahbudin diminta untuk membuat proposal yang nantinya DAK akan cair dengan kisaran dana senilai Rp50 sampai 100 miliar. Syarat yang diminta oleh Samsani Sudrajat adalah komitmen fee senilai 7 persen. Kesepakatanpun terjadi. Syahbudin kemudian melengkapi apa yang diminta oleh Samsani Sudrajat. Alhasil, proposal Syahbudin lolos namun mendapat dana senilai Rp50 miliar.

Setelah sukses, Syahbudin memberikan uang sebesar Rp3,5 miliar kepada Samsani Sudrajat. Pemberian itu dilakukan usai pertemuan antara Syahbudin dengan Samsani Sudrajat berlangsung selama tiga sampai empat kali. Uang miliaran rupiah tersebut diberikan di Jalan Morotai, Kota Bandar Lampung.

Sumber lain yang mengetahui perilaku Syahbudin mengatakan, Syahbudin kembali melakukan komunikasi dengan Samsani Sudrajat. Singkat cerita, Samsani Sudrajat mampu mengurus DAK di tahun 2019 dengan nilai Rp17 miliar. Kesepakatan fee sebesar 7 persen tetap berlaku. Namun, Syahbudin hanya mampu memberikan uang sebesar Rp650 juta kepada Samsani Sudrajat.

Penelusuran redaksi Fajarsumatera, nama Samsani Sudrajat tercatat sebagai Ketua Umum Partai Gelora Wilayah Lampung. Dilihat dari media online perspektiflampung.com (arsip) , Samsani berprofesi sebagai pengusaha. Dulunya, ia adalah alumni dari SMA Al Kautsar Bandar Lampung tahun 1997 dan alumni FPIK IPB tahun 2005. Sebelum berkiprah di Lampung, Samsani pernah menjadi Tim Ahli Bupati Halmahera Selatan.

Penelusuran lainnya di makassarterkini.id (arsip), nama Samsani Sudrajat tercatat sebagai Caleg DPRD Provinsi Lampung dari PKS Dapil Lampung Selatan. Dalam gambar itu, ada tulisan mengundurkan diri. (Ricardo)

Posting Terkait