Kasus Pencabulan Dibekingi Oknum Polisi

Ilustrasi (Ist)

KOTAAGUNG-Pernyataan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tanggamus beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa lambanya penanganan kasus pencabulan yang dilakukan oleh Is (13), diduga karena dibekingi oleh oknum Polisi, dibantah langsung oleh Kasatreskrim Polres Tanggamus, AKP Hendra Saputra.

Ketua P2TP2 Tanggamus, Hj. Afillah Samsul Hadi saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus pencabulan di Kelurahan Baros Kecamatan Kotaagung, menyebutkan bahwa pihaknya merasa kesulitan dalam mengawal kasus tersebut karena ada oknum Polres yang membekingi pelaku.

“Ada orang Polres dibelakang kasus itu, jadi ya gimana kami mau meneruskan pendampingan,” ujar Hj. Afillah saat ditemui beberapa jurnalis dikediamanya beberapa waktu yang lalu.

Hj. Afillah juga mengatakan bahwa, selama ini mereka telah melakukan pendampingan dibeberapa kasus terkait pencabulan, dan khusus dikasus pencabulan yang melibatkan pelaku dan korban dibawah umur. Menurutnya, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan alasan adanya oknum Polres yang diduga menghambat kasus tersebut  agar tidak dilanjutkan.

Baca Juga:  Ayah Bejat Gagahi Anak Kandung

“Kasusnya ditangani Polsek Kotaagung, tapi untuk kelanjutanya kami kewalahan sebab dihalangi oleh oknum dari Polres,” jelasnya

Menanggapi pernyataan itu, Polres Tanggamus melalui Kasat Reskrim AKP Hendra Saputra mengatakan bahwa, pernyataan Ketua P2TP2A tidak berdasar, karena menurut Kasat kasus tersebut masih ditangani oleh Polsek Kotaagung. “Gak ada lah itu, mana mungkin kita berani menghalangi atau membekingi kasus semacam itu, apalagi kasus semacam itu memang sedang menjadi target bagi kami,” ungkapnya.

Baca Juga:  Modal Rp 20 ribu, Kakek Bejat Ini Cabuli Anak di Bawah Umur

Lebih lanjut Kasat Reskrim mengatakan, jangankan mau membekingi atau menghambat jalanya kasus tersebut, bahkan kami siap untuk menanganinya apabila kasus itu dilimpahkan ke Polres. Bahkan dirinya mengaku telah menghubungi PPA dan mereka menyatakan siap.

“Masalahnya kasus inikan yang menanganinya Polsek Kotaagung dan saya yakin mereka mampu untuk menyelesaikan kasus tersebut,” imbuhnya.

Terpisah Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis mengatakan bahwa kasus pencabulan yang ditangani oleh Polsek Kotaagung tersebut masih dalam proses, tapi pihaknya masih kesulitan dalam pemanggilan saksi korban. “Kami sudah dua kali melakukan pemanggilan terhadap saksi atau korban, namun hingga saat ini belum juga mau menghadiri panggilan dari kami,” katanya saat ditemui di Mapolsek Kotaagung, Senin (5/6).

Baca Juga:  Ngaku Bisa Hilangkan Tanda Lahir, M Gagahi GS Hingga Hamil

Selanjutnya Kapolsek mengatakan, selama dirinya menangani kasus tersebut pihaknya tidak pernah mendapatkan interfensi dari manapun, kelambatan dalam penanganan kasus itu murni karena pihak saksi korban yang sudah berdamai dengan pelaku sebelumnya belum mau memenuhi panggilan dari kepolisian dengan alasan saksi sedang mengikuti ujian sekolah.

“Tidak ada interfensi terhadap saya pribadi, namun saya tidak tahu kalau dengan saksi yang telah berdamai sebelumnya, karna sejauh ini mereka belum mau memenuhi panggilan dari kami, dengan alasan anak tersebut sedang ikut ujian sekolah, tapi hingga saat inipun mereka belum datang ke Mapolsek atau memberi tahu pihak kami untuk dimintai keterangan,” pungkasnya. (SB/CD)

Pencabulan Anak

Posting Terkait