Kasus Randis Lamtim Mandek Tiga Tahun, Kejati Tidak Profesional?

Bandar Lampung – Kasus korupsi dalam pengadaan kendaraan dinas Bupati Dan Wakil Bupati Lampung Timur di tahun anggaran 2016 lalu  hingga kini masih mandek di pra penuntutan.  Yang diketahui kasus tender kurung ini telah di proses penyelidikannya sejak 2017 lalu,  dan Kejati Lampung telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka pada 2019 kemarin.

Menanggapi lamanya penanganan kasus yang telah merugikan negara sebanyak 680 juta ini,  pengamat Hukum Universitas Lampung Yusdianto mempertanyakan kinerja dari Kejaksaan Tinggi Lampung dalam penanganan kasus tersebut,  mengingat seluruh proses telah dilakukan hingga adanya penetapan tersangka  namun belum juga ada kelengkapan berkas untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Ia berpendapat, kejaksaan tinggi lampung agar segera dapat menunutaskan kasus randis ini  serta secepatnya membawa kasus ini ke proses persidangan,  mengingat penanganan kasus ini telah memakan waktu selama tiga tahun  hingga terbilang cukup lama karena melewati beberapa moment pergantian kepala dan asisten pidana khusus.

Diketahui dalam penanganan kasus randis ini tiga orang tersangka telah ditetapkan  yaitu dua oknum ASN dan satu rekanan yakni inisial SH (PPK), DD (Pokja) dan AD (rekanan) dengan pagu anggaran sebesar dua miliar enam ratus tujuh puluh enam juta rupiah  yang dimenangkan oleh PT Topcars indonesia dengan pengadaan dua unit mobil yaitu Toyota Land Cruiser  dan Toyota Harrier. (Nus)

Posting Terkait