Kasus Rehab Pasar Cendrawasih, Dua Terdakwa Dituntut Berbeda

Bandar Lampung – Dua terdakwa kasus korupsi rehab pasar cendrawasih metro di tuntut berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Riska Saputra di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandarlampung. Jumat (17/09).

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Pansuri selama 1 tahun 6 bulan di kurangin selama terdakwa berada dalam kurungan dengan denda Rp.50 juta subsider 3 bulan, ” Kata JPU dalam persidangan.

Selain itu, terdakwa suyitno selaku rekanan dari proyek rehabilitasi Pasar Cendrawasih di tuntut lebih tinggi dari terdakwa Pansuri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Pansuri selama 1 tahun 8 bulan di kurangin selama terdakwa berada dalam kurungan dengan denda Rp.50 juta subsider 3 bulan, ” tandanya

Diketahui, mantan Kepala BPBD Kota Metro Pansuri (55) ikut terlibat dalam kasus korupsi rehabilitasi Pasar Cendrawasih Metro. Bersama dengan satu orang rekanan bernama Suyitno.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung Andrie W Setiawan mengatakan, Pansuri telah ditahan setelah penyidik memeriksanya pada Jumat pagi.

“Pemeriksaan terhadap tersangka dilakukan di ruang penyidik Kejari Metro pada tadi pagi,” kata Andrie.

Pansuri diperiksa atas kasus dugaan korupsi di Dinas Perdagangan Kota Metro dalam kegiatan rehabilitasi Pasar Cendrawasih tahun anggaran 2018. Pada saat rehabilitasi Pasar Cendrawasih itu, kata Andrie, tersangka Pansuri adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

Proyek rehabilitasi pasar itu sendiri senilai Rp 3,7 miliar yang bersumber dari APBD Kota Metro tahun 2018. “Dari audit BPK Perwakilan Lampung, ditemukan kerugian negara mencapai Rp 481,6 juta,” katanya.

Andrie mengatakan, detail modus dan cara-cara tersangka Pansuri melakukan korupsi tersebut, masih dalam pemeriksaan lanjutan. Detail modus dan cara-cara tersangka Pansuri melakukan korupsi tersebut, masih dalam pemeriksaan lanjutan.

Selain menahan tersangka Pansuri, Kejari Kota Metro juga menahan satu tersangka lain, yakni Suyitno (58) warga Metro Pusat. Tersangka Suyitno ni adalah rekanan dari proyek rehabilitasi Pasar Cendrawasih tersebut. “Keduanya ditahan di Lapas Kota Metro untuk selanjutnya diperiksa dalam penyusunan dakwaan,” kata dia.

Kedua tersangka dipersangkakan pada dakwaan primair yakni, Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP.

Dan pada dakwaan subsidair yakni, Pasal 3 jo pasal 18 UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP.

Reporter : Agung Kurniawan

Posting Terkait