Kasus yang Libatkan Pria Ngaku Letkol BAIS Dilanjutkan, Polisi Temukan Laporan Masyarakat

Polresta Bandar Lampung Diminta Perhatikan Soal SIM Milik Pria yang Ngaku Letkol BAIS

Tri Herlianto bermasker saat akan diserahkan ke kepolisian pasca diperiksa polisi militer. Foto: Tommy/Fajar Sumatera.

Bandar Lampung – Polresta Bandar Lampung mendapati adanya aduan masyarakat dalam bentuk Laporan Polisi yang diduga melibatkan TH [Tri Herlianto].

TH ini awalnya sudah diamankan polisi militer karena ada laporan yang menyatakan pria itu mengaku sebagai anggota TNI-AD berpangkat Letkol dan bertugas di Badan Intelijen Strategis [BAIS].

Baca Juga:  Polresta Bandar Lampung Diminta Perhatikan Soal SIM Milik Pria yang Ngaku Letkol BAIS

Berdasarkan keterangan yang didapat polisi militer usai memeriksa TH, dilakukan serah terima TH ke Polresta Bandar Lampung.

Polisi militer menyebut TH diduga melakukan pemalsuan keterangan yang berkaitan dengan pengakuan sebagai anggota TNI-AD.

Memang awal-awal, kepolisian yang telah menerima pelimpahan dari polisi militer itu melakukan pembebasan kepada TH. Alasannya saat itu didasari karena tidak adanya LP.

Baca Juga:  Oknum Dosen UBL Diamankan Polisi Militer Karena Diduga Menipu Dengan Motif Mengaku Anggota BAIS

“Memang betul begitu, karena belum ada LP yang masuk ke kepolisian. Sehingga saat itu kita belum punya dasar untuk melakukan tindakan penegakan hukum kepada yang bersangkutan,” jelas Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya kepada reporter Fajar Sumatera, Rabu, 29 Juli 2020. “Sudah ada LP,” kata Yan Budi Jaya.

Namun begitu, Yan Budi Jaya belum memberikan keterangan detail tentang apa keterangan yang muncul di dalam LP tersebut. “Masih tahap penyelidikan,” ungkap dia.

Baca Juga:  Oknum Dosen UBL Diamankan Polisi Militer Karena Diduga Menipu Dengan Motif Mengaku Anggota BAIS

Pada persoalan TH ini, polisi militer menemukan sejumlah barang bukti yang kemudian disita. Barang bukti yang disita didominasi memiliki kaitan dengan atribut-atribut militer. Saat itu polisi militer mengatakan bahwa atribut itu adalah palsu.

Muncul dugaan, bahwa landasan TH menyampaikan klaim tersebut dimaksudkan untuk melakukan tindak pidana penipuan. Polisi militer menyebut bahwa dugaan penipuan itu masih didalami. [Ricardo Hutabarat]

Tri Herlianto

Posting Terkait