Kata Saksi Soal Nama Ketua DPR di Daftar Pengaturan Pemenang Proyek PU-PR Lampung Selatan

Barang Bukti yang Dipamerkan KPK di Sidang Korupsi Lamsel: Proyek Atas Nama 'Ketua DPR' Senilai Rp950 Juta

Tampilan layar dari OHP yang dipamerkan KPK di dalam ruang sidang korupsi terdakwa Syahroni dan Hermansyah Hamidi. Yang dipamerkan itu adalah bagian dari barang bukti. Saat itu KPK ingin mengafirmasi ulang kepada saksi bernama Yudi Siswanto perihal pengaturan pemenang paket pekerjaan pada Dinas PU-PR Lampung Selatan yang dilakoninya atas perintah Syahroni. Foto: Ricardo Hutabarat

Fajar Sumatera – Pemeriksaan saksi-saksi atas persidangan korupsi terdakwa Hermansyah Hamidi dan Syahroni yang didakwa KPK, dinyatakan ditunda untuk sementara waktu oleh majelis hakim tepat pukul 12.50 WIB.

Baca Juga:  Saksi Kasus Zainudin Hasan Diperiksa di Sat Brimob Polda Lampung

Sebelum sidang ditunda, saksi terperiksa setelah Yudi Siswanto adalah Taufik Hidayat.

Ia adalah ASN yang mengawali karirnya di Dinas PU-PR Lampung Selatan sebagai staf yang bertugas pada bidang yang sama dengan Yudi Siswanto.

Saat dimintai keterangannya di PN Tipikor Tanjungkarang pada Rabu, 3 Maret 2021, Taufik Hidayat berkata kepada jaksa sebagai penuntut umum dari KPK, bahwa pengaturan pemenang lelang proyek Dinas PU-PR Lampung Selatan telah berlangsung sejak tahun 2014.

Pada tahun itu, ia mengaku sudah melakoni pekerjaan tidak resmi di Dinas PU-PR Lampung Selatan dengan melakukan pengunggahan dokumen penawaran atas lelang proyek.

Baca Juga:  Kasus Khamami Seret Suntana

Pada tahun 2017, ia menjadi bagian dari tim yang dikoordinir oleh Yudi Siswanto untuk membuat dokumen penawaran.

Keberadaan Taufik Hidayat berkorelasi dengan barang bukti yang dipamerkan KPK. Barang bukti itu adalah daftar pekerjaan di Dinas PU-PR Lampung Selatan yang sudah diatur.

Pada daftar tersebut, tercatat nama KETUA DPR dengan nilai paket pekerjaannya senilai Rp950 juta. Pada kolom lain, tertera keterangan dengan tulisan BELUM.

Reporter Fajar Sumatera kemudian menanyakan perihal hal tersebut kepada Taufik Hidayat.

Baca Juga:  Dugaan Gratifikasi & Jejak Nanang Ermanto Dalam Perkara Korupsi Zainudin Hasan

Ia tidak menjawab tentang apa yang dimaksud keterangan tertulis BELUM pada daftar yang menjadi barang bukti KPK.

Ia lebih memilih menjelaskan perihal penamaan dan keterangan-keterangan yang dimuat pada barang bukti tadi.

Secara tegas ia mengatakan, bahwa ia tidak tahu menahu. Yang jelas kata dia, daftar tersebut datang dari Rudi Rozali.

Rudi Rozali juga tercatat sebagai saksi di dalam persidangan, bersama dengan Yudi Siswanto dan Taufik Hidayat.

Secara identitas, Rudi Rozali berstatus sebagai ASN. Pria berusia 38 tahun, kelahiran Bandar Lampung dan bertempat tinggal di Jalan Basuki Rahman, Telukbetung Selatan.

Yudi Siswanto dalam kesaksiannya sudah menyatakan bahwa ketika menyusun dokumen penawaran atas perintah Syahroni, sebelumnya ia mendapat daftar yang akan dia kerjakan. Daftar tersebut datang dari Syahroni namun diterimanya melalui Rudi Rozali.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Hermansyah Hamidi KPK PN Tipikor Tanjungkarang Syahroni Zainudin Hasan

Posting Terkait