Kegiatan Ekspor Konsentrat Freeport Terancam Disetop

freeport.ist

JAKARTA— PT Freeport Indonesia (PTFI) masih menunggu status perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus Sementara (IUPK-S) dari pemerintah. Namun hingga 1 Juli 2018, izin belum juga diperoleh sedangkan masa kontrak akan habis pada tanggal 4 Juli 2018.

Jika sampai batas waktu yang telah disepakati, IUPK Sementara itu tidak diperpanjang, maka, kegiatan ekspor konsentrat akan disetop, sebab Freeport Indonesia harus kembali memegang status Kontrak Karya.

Seperti diketahui, sejak Januari 2017, status Kontrak Karya dilarang melakukan kegiatan ekspor dan hanya pemegang IUPK yang membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) saja yang diizinkan ekspor.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, pihaknya baru saja mengevaluasi usulan perpanjangan IUPK Sementara itu. Freeport Indonesia masih punya waktu beberapa hari atas statusnya tersebut.

“Kan berakhirnya tanggal empat (4 Juli 2018). Kita lihat nanti,” ujarnya, Minggu (1/7).

Bambang mengatakan, salah satu kewajiban menyandang status IUPK adalah pembangunan smelter. Sementara sampai saat ini, progres pembangunan smelter Freeport Indonesia baru mencapai 2,43% dari rencana kegiatan pembangunan.(*)

IUPK Freeport

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan