Kehancuran Sang Diktator

Ilustrasi. (net)

Oleh Okky Rendra W
Pegiat Sosial Masyarakat

ORDE Baru adalah suatu rezim baru yang muncul setelah menggulingkan Presiden Soekarno. Rejim Demokrasi Terpimpin yang digulingkan oleh rakyat waktu itu menuntut tentang perbaikan ekonomi.

Kenaikan harga sembako, BBM dan sulitnya kehidupan rakyat paska Revolusi Kemerdekaan sampai saat itu mendorong rakyat untuk menuntut perbaikan kehidupan rakyat.

Kaum Intlektual saat itu bergerak memimpin tuntutan kepada Rejim Demokrasi Terpimpin dengan Tuntutan “TRITURA”.

Gelombang protes dan perlawanan saat itu bergulir dijalan membuat jalanan seperti sebuah parlemen, berkumpulnya organisasi-organisasi mahasiswa, pelajar dan organisasi rakyat menuntut untuk dibubarkannya Rejim Demokrasi Terpimpin yang dipimpin oleh Soekarno karena telah gagal mensejahterakan rakyat.

Maka atas kejadian SUPERSEMAR Presiden Soekarno dilengserkan dan kabinetnya dibubarkan oleh Soeharto sebagai pemangku amanah dari SUPERSEMAR. Tonggak Rejim ORDE BARU pun mulai berdiri.

Orde Baru yang dipimpin oleh yang kekuasaannya lebih besar dari Rejim demokrasi Terpimpin Orde Lama. Orde baru berjanji akan mensejahterakan rakyat. Orde Baru pun membuka Indonesia untuk dimasuki oleh Modal Asing dalam usaha mensejahterakan rakyat.

Modal Asing yang cukup besar masuk kedalam Indonesia melalui kebijakan yang dibuat oleh Negara pada waktu itu setidak berhasil mensejahterakan segelintir Rakyat Indonesia.

Dan dari modal asing itu pun akhirnya membuat sistem perekonomian Indonesia dikuasai oleh swasta dan para Cukong yang dekat dengan Pemerintahan ORBA. Keadaan rakyat dalam kebanyakannya masih sama persis seperti situasi zaman Orde Lama kemiskinan adalah hal yang umum dalam kehidupan masyarakat saat itu.

Program transmigrasi yang menjadi salah satu program pembangunan Orde Baru juga menghasilkan kemiskinan didaerah baru. Kemiskinan yang menjadi akhirnya menyeret Indonesia kedalam krisis Ekonomi. Krisis Ekonomi yang terjadi karena ulah bangkir-bangkir Internasional menyeret Indonesia kedalam krisis ekonomi dinegara ini.

Kelompok Cukong yang menjadi simbol kemakmuran ekonomi juga ikut berperan dalam krisis ekonomi ini, mereka juga banyak menjadi bankir yang mengambil keuntungan dari krisis ekonomi.

Akhirnya  kaum intlektual kembali ke jalan, turun protes menuntut perbaikan kehidupan ekonomi rakyat.

Mahasiswa-mahasiswa ini seolah menjadi solusi dari sebuah keadaan ekonomi mereka turun kejalanan menuntut perbaikan sampai dengan menuntut turunnya rejim Orde Baru bahkan menuntut diturunkannya SANG DIKTATOR presiden Soeharto yang dianggap tidak becus menjalankan negara karena Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Hal yang sama terjadi saat penurunan Sukarno pada waktu itu adalah masalah kemiskinan dan ekonomi rakyat. Tapi sama juga hal itu tidak menyentuh terhadap hal yang menjadi penyebab kemiskinan di Indonesia. Dan sama halnya situasi ini dimanfaatkan hanya sebagai peluang naiknya Presiden baru, kabinet baru tapi masih sama dengan Tuan Modal Yang Lama,

Hari ini Rejim yang sama berkuasa dijaman Reformasi masih sama menyembah Tuan Modal. Kharismatiknya hanya sebagai pelengkap kebijakan pro modal. Kesejahteraan juga masih sama masih dimiliki segelintir orang dalam kelompok tertentu. Kemiskinan juga masih pemandangan umum dinegeri ini.

Jargon-jargan lawan politik dari Rejim saat ini yang menuntut hanya sebatas pemanis untuk menaikan rating saat PILPRES atau PEMILU nanti ditahun 2019. Kaum intlektualnya hilang seakan tidak pernah mendengar rakyat menderita hari ini.

Tapi gerakan rakyat mulai sadar akan situasi hari ini. Organisasai buruh, organisasi tani, organisasi rakyat mulai mencicil perjuangannya, mulai mengorganisirkan perlawananannya dan mulai berani untuk tampil kedepan dalam perlawanannya.

Perlawanan rakyat yang sedang terbangun saat ini mulai berbicara bahwa kegagalan negara dalam mensejahterakan rakyat tidak dapat diselesaikan dalam ruang PEMILU. Kegagalan negara penyebabnya adalah karena Ekonomi negara Indonesia dikuasai oleh Pemodal Asing serta Pemodal Lokal karena watak mereka adalah sama hanya mengakumulasikan keuntungan.

Setelah menjatuhkkan para diktator, apakah sang diktator baru akan lahir? Sang diktator yang akan berpihak pada rakyat miskin dan menyejahterakan negeri ini? []

 

895 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Kehancuran Sang Diktator

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan