Kejari Pringsewu Panggil Sejumlah Saksi Kasus RSUD Tahun 2012

Rumash Sakit Umum Daerah Pringsewu. (Foto Saefudin)

PRINGSEWU – Mencuat Nama-nama yang sudah dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung rawat inap kelas tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pringsewu Tahun 2012 lalu.

Ihwal, pembangunan gedung rawat inap kelas tiga tersebut, sudah ada beberapa nama yang dipanggil sebagai saksi terkait diantaranya, dr Johan Lius mantan direktur RSUD, Samsul Rizal Pegawai RSUD, Pejabat Pelakasan Teknis Kegiatan (PPTK), pemenang pengadaan barang dan jasa (Pemborong) dan panitia lelang pembangunan gedung rawat inap kelas III RSUD Pringsewu.

“Setahu aku, nama-nama itu sudah bolak balik di panggil untuk dimintai keterangan soal keterlibatannya dalam pembangunan gedung rawat inap di RSUD Pringsewu,”kata narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan, Sabtu (30/11/2019).

Namun, saat dikonfirmasi, Jumat (29/11) lalu, Kepala Kejasaan Negeri Pringsewu Asep Sontani Sunarya, SH., C.N belum bisa menyebutkan nama-nama yang terlibat dalam dugaan korupsi pembangunan gedung rawat inap kelas III RSUD setempat.

Baca Juga:  Kejari Pringsewu Ajarkan Penerangan Hukum ke 126 Kepala Pekon

“Bulan depan (Desember) pasti kita akan rilis dan umumkan siapa saja yang terlibat dalam pembangunan RSUD Pringsewu”, tandasnya.

Diberitakan sebelumnya di Fajarsumtera.co.id, Lebih kurang satu tahun sudah, Kejakasaan Negeri Pringsewu mengurai benang kusut terkait dugaan korupsi pembangunan gedung rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten setempat.

Sejak Tanggal 11, Bulan November Tahun 2018 lalu, DPRD dan Kejari Pringsewu melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) Untuk memastikan informasi soal ke kebobrokan bangunan ruang rawat inap kelas III RSUD tersebut.

Kini, perkara korupsi di gedung kelas III mulai menemui titik terang siapa saja oknum yang bermain dalam realisasi pembangunan yang dianggarkan Rp 3,9 Miliar melalui APBD Tahun Anggaran 2012 lalu.

Baca Juga:  Kejari Pringsewu Gelar Pisah Sambut Kajari

Patut diacungi jepol bagi Korps Adiyaksa Pringsewu yang sudah berani mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik).

Kejari Pringsewu sudah mengantungi beberapa nama yang akan dijadikan tersangka dalam pembangunan gedung RSUD kelas III.

Hal itu, dibenarkan oleh Asep Sontani Sunarya, SH., C.N Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu, Pihaknya telah mengeluarkan Sprindik terhadap dugaan penyimpangan pembangunan gedung rawat inap kelas III RSUD Pringsewu pada 2012 lalu.

“Betul Sprindik itu sudah dikeluarkan, upaya penyidik mengumpulkan alat bukti guna menemukan tersangka, karena sesuai dengan perintah KUHAP”, kata Asep Sontani Sunarya, Jumat (29/11/2019).

Untuk mengetahui berapa besaran kerugian pembangunan RSUD, Kejaksaan Negeri Pringsewu masih menunggu hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tersebut sebagai alat bukti untuk menetapkan siapa saja yang menjadi tersangka.

“Saat ini masih menunggu hasil dari ahli (BPKP) untuk mengetahui berapa jumlah kerugian negara”, ungkap Kejari Pringsewu melalui sambungan suara WhatsApp.

Baca Juga:  Kejari Pringsewu Keluarkan Sprindik Dugaan Korupsi RSUD

Soal nama-nama oknum yang terlibat, Kejaksaan Negeri Pringsewu belum bisa untuk menetapkan tersangka.

“Sabar lah ya, nunggu hasil audit BPKP, kalau hasilnya sudah jelas pasti kita akan melakukan konprensi Pers untuk pengumuman tersangka”, imbuhnya.

Terpisah,Saat dikonfirmasi di gedung DPRD Pringsewu, Jumat 29 November 2019, Kasi Pidsus Kejari Pringsewu Leonardo Adiguna juga mengatakan, pihaknya tidak butuh waktu lama lagi untuk mengungkap kasus ini.

“Menunggu hasil audit BPKP, terkait berapa jumlah kerugian uang negara pembangunan gedung kelas III tersebut”, ucap Leonardo.

Dia menjelaskan, Pembangunan gedung rawat inap kelas III RSUD Pringsewu dikerjakan pada tahun 2012 dengan anggaran sebesar Rp.3,9 miliar.

“Bangunan tersebut sempat di Sidak Komisi III DPRD karna banyak bangunan yang rusak”, tutupnya. (DN)

Johan Lius Kejari Pringsewu RSUD Pringsewu

Posting Terkait