Kejati Periksa 3 Saksi Dugaan Korupsi Minerba Lampung Selatan

Andrie W Setiawan, Kasipenkum Kejati Lampung/FS

Fajar Sumatera – Kasus dugaan korupsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lampung Selatan dari sektor pajak dan retribusi minerba, kini memasuki tahap penyidikan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

Beberapa saksi telah dipanggil dan dijadwalkan hadir pada hari ini Rabu (18/11) untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam dugaan korupsi di tahun anggaran 2017 hingga 2019 ini.

Baca Juga:  Kejati Lampung Tangani Kasus Penjarahan Benih Jagung Rp170 M

Dari beberapa saksi yang dijadwalkan hadir, hanya tiga orang saksi yang memenuhi panggilan kejaksaan. Namun, Kejati Lampung akan kembali menjadwalkan ulang pemanggilan para saksi pada pemeriksaan mendatang.

“Ada tiga orang yang sudah kami periksa, karena ini sudah masuk tahap penyidikan. Yang belum hadir akan kami lakukan pemanggilan ulang, kenapa mereka tidak hadir. Paling tidak ada alasannya,” jelas Andrie W Setiawan, Kasipenkum Kejati Lampung, Rabu (18/11).

Baca Juga:  KPK Evaluasi Program Pencegahan Korupsi di Lampura

Diketahui, PAD dari sektor pajak dan retribusi mineral dan batu bara yang diduga dikorupsi ini, seluruhnya dikelola oleh Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

Maka dalam hal ini, pihak Kejati Lampung sementara baru memfokuskan pemeriksaan ke beberapa saksi dari BPPRD Lamsel.

Meski hingga saat ini belum juga dapat dibeberkan identitas para saksi yang diperiksa, namun hasil dari penanganan dugaan kasus korupsi ini nantinya akan sesegera mungkin diumumkan ke publik.

Baca Juga:  Kenapa Transparansi Penanganan Kasus Benih Jagung Rp170 di Lampung & NTB Berbeda?

 

Reporter : Tinus Ristanto

Kejati Lampung Korupsi Lampung Selatan Minerba

Posting Terkait