Keluarga Ridho Aures Gugat Polda Lampung

Kapolda Lampung, Irjen Sudjarno (kiri) (Ist)

BANDARLAMPUNG-Keluarga besar Ridho Aures (23), Mahasiswa semester akhir, Universitas Bandar Lampung (UBL), warga Sepangjaya, Kedaton, Bandarlampung, terduga bandar narkoba yang tewas ditembak Ditresnarkoba Polda Lampung, akan menggugat Polda Lampung.

Pasalnya, mereka menilai banyak terjadi kejanggalan atas kasus tersebut. Mereka minta Kapolri dan Propam Mabes Polri turun menyelidiki kasus tersebut.

Resmen Khadafi SH MH, yang juga pengacara di Lampung itu mengatakan dirinya atas nama keluarga besar Ridho mengatakan akan menempuh jalur hukum. Karena kuat dugaan Ridho menjadi korban salah tangkap dan tewas. Dan Kapolda beserta jajarannya, telah menebarkan berita bohong terkait kronologis kematian 3 terduga bandar narkoba yang telah ditembak mati oleh subdit II Dirnarkoba Polda lampung, di Jalan Durian Desa Jatimulyo, Jatiagung, Lampung Selatan pada Selasa (9/5)

“Kami lihat Kapolda Lampung dan Direktur Narkoba telah melakukan pembohongan publik. Kami baca di media cetak dan online, keponakan kami ini ditangkap, ditembak karena terjadi baku tembak. Jadi Kapolda Lampung Irjend Polisi Sudjarno dan Dirnarkoba Polda Lampung diduga telah menyebarkan berita bohong pada masyarakat melalui keteranganya saat ekspose ke media usai penangkapan,” kata Resmen Khadafi, melalui pesan whatshapnya, Rabu (10/5) malam.

Usai mendengar kejadian, kata Khadafi, dirinya pergi ke TKP dan menghimpun informasi dari warga dilokasi yang disebutkan, dan mendengar keterangan sebenarnya dari warga yang melihat kejadian. Dan pada saat penangkapan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak ada terjadi baku tembak. Tidak ada yang bawa mobil, dan Ridho itu mengendarai motor.

Baca Juga:  Lukfan Terbukti Simpan Sabu dan Ekstasi

“Ridho itu keponakan saya, dan sedang berada di kamar mandi. Karena mendengar suara tembakan, dia keluar dan langsung di tangkap dan di borgol. Pemilik rumah, ibu Mumun melihat, Ridho di masukkan ke dalam mobil jenis grand max, yang diduga membawa paket,” katanya.

Tapi, kata Khadafi, Polda menyatakan ada terjadi tembak menembak, dan mengancam petugas. “Dimananya, baku tembak. Kami mendukung pemberatasan dan tindakan tegas bandar Narkoba, tapi yang benar benar bandar, bukan salah salah,” katanya.

Keterangan versi Polda Lampung saat ekpose kepada wartawan kata Khadafi, Kapolda Irjend Sudjarno mengatakan tersangka Faisal dan Ridho serta Afrizal datang ke jasa ekspedisi Indah Cargo mengendarai mobil padahal sebenarnya mereka di TKP dan mobil yang dimaksud tidak ada karena yang ada hanya dua unit motor matik, bukti motor itupun ada dirumah warga.

“Lalu pihak polda juga bilang pelaku ketiganya membawa paket narkoba tersebut menuju kesalah satu rumah kontrakan dijalan durian (TKP dimaksud), lalu polisi yang yang sudah dua hari mengintai mereka melakukan penyergapan saat tersangka akan menurunkan barang bukti, cerita sebenarnya mobil paket ekspedisi itu datang ke TKP dan saat berhenti di TKP isinya petugas dan turun untuk menangkap ketiga pelaku,” katanya.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung Sikat Sindikat Narkoba

Khadfi mengaskan, atas nama keluarga, mereka meminta agar Divisi Propam Mabes Polri dan Kapolri mengusut tuntas dugaan kasus salah tangkap ini. “Kapolda Lampung jangan jadi begal, main tembak sembarang orang. Dilokasi tidak ada bercak darah sedikit pun. Ridho ditembak di bawah ketiak kanan tembus ke dada depan, dan luka pada bagian punggung. Kami orang Lampung ini bukan penjahat,” katanya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung kembali menembak mati tiga warga Kota Bandarlampung, karena diduga menjadi bandar narkoba. Kapolda Lampung menyatakan ketiga tersangka tewas dalam proses penyergapan di bilangan Jatimulyo, Lampung Selatan, Selasa (9/5).

Para tersangka adalah Afrizal (30) dan Ridho Aures (23) warga Sepang Jaya, Kedaton, Bandarlampung dan Faisal (27) warga Jalan Pulau Damar, Gang Kamboja, Sukarame, Bandarlampung. Dari proses penangkapan ketiga pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga pucuk senpi rakitan, ganja sebanyak 170 kilogram dan sabu-sabu sebanyak 600 gram.

Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Boni Pasius Tampoi dan Direktur Narkoba Polda Lampung Kombes Pol Abrar Tuntalani mengatakan penangkapan tersangka ini adalah sebagai bentuk peringatan kepada bandar narkoba, bahwa pihak kepolisian akan bertindak tegas kepada bandar ataupun pengedar narkoba. “Ini sebagai shok terapi kepada bandar maupun pengedar narkoba dan ini sebagai bentuk memunut rantai pengedaran narkoba,” katanya saat expos di RS Bhayangkara, Selasa (9/5).

Baca Juga:  GANN Tulangbawang Barat: Jauhkan Generasi Muda dari Narkoba

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Abrar Tuntalani mengungkapkan, kronologi penangkapan ketiga pelaku berawal dari pengiriman melalui ekspidisi Indah Kargo. “Kita bekerja sama kepada pihak ekspidisi di Bandarlampung. Jadi pihak ekspidisi melaporkan kepada kami bahwa ada barang yang mencurigakan kiriman dari Aceh,” kata Abrar.

Selanjutnya, lanjut Abrar, anggota kemudian melakukan kontrol delivery dengan berpura-pura menjadi pegawai Indah Kargo dan menggiring barang sampai kepada alamat yang dituju. “Saat melakukan kontrol delivery semua pegawai adalah kita dengan berpakaian Indah Kargo. Sampai disana, Jatimulyo, barang diturunkan dan diambil oleh mereka bertiga,” jelasnya.

Saat narkoba diturunkan dan diambil oleh para tersangka, tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, langsung menggerebek dan mengepung ketiga pelaku. “Mereka mempunyai senpi sehingga sempat terjadi baku tembak sambil mereka mundur. Tapi kita sudah kepung jadi dimanapun mereka lari berhadapan sama kita sehingga kami langsung mengambil tindak tegas terhadap pelaku,” ujarnya.

Para tersangka tewas di tempat, dan langsung dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Polda Lampung. “Dari penangkapan ketiga pelaku itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga pucuk senpi rakitan, ganja sebanyak 170 kilogram dan sabu-sabu sebanyak 600 gram,” kata Abrar. (DC)

Narkoba

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan