Kemana Uang Proyek 35 M PT. Hagitasinar Lestarimegah?

Rekam Jejak PT Hagitasinar Lestarimegah, Penguasa Proyek Rp 32 Miliar di Way Kanan

Kabupaten Way Kanan menjadi salah satu daerah di Provinsi Lampung yang mendapat anggaran dari Kementerian PU-PR dalam hal pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan. Kucuran anggaran ini diprioritaskan pada wilayah 3T [Terdepan, Terluar dan Tertinggal]. Sedikitnya ada 26 unit sekolah di kabupaten itu yang harus ‘dipoles’ oleh negara. Dananya sebesar Rp 32,6 miliar atau persisnya Rp 32.657.626.000.

WAY KANAN – Kontraktor proyek PT. Hagitasinar Lestarimegah harus bertanggung jawab besar atas pekerjaan proyek tersebut yg diketahui sudah melewati ambang batas pekerjaan dan sudah terkena pinalti akibat dari keterlambatan penyelesaian pengerjaan 25 SD, 1 SMP dan 4 madrasah yg ada di Kabupaten Way Kanan.

Baca Juga:  Rekam Jejak PT Hagitasinar Lestarimegah, Penguasa Proyek Rp 32 Miliar di Way Kanan

Proyek yg bernilai kurang lebih 35 M dengan No. Kontrak : HK 02 01/KTR/BPPWL/POP-MYC.04/XII/2019. pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Prasarana sekolah yang sudah di dampingi oleh Jaksa Pengacara Negara pada Kejaksaan Tinggi Lampung ini mengalami keterlambatan pengerjaan dari 210 hari Kalender yang di jadwalkan.

Menurut data yang di kumpulkan oleh awak media diperkirakan ada puluhan sub kontraktor yang ikut terkena dampak dari dana yg belum di cairkan tersebut, dilain hal dugaan dalam pelaksana proyek ditiap tiap sekolah tersebut adalah tangan ke 7, karena tiap2 pengerjaan fisik di proyek tersebut berbeda sub kontraktor dari pengadaan barang, pengecatan, pengatapan, tralis jedela dan pintu, pavin block, pengecatan, pembuatan pagar dll.

Baca Juga:  Rekam Jejak PT Hagitasinar Lestarimegah, Penguasa Proyek Rp 32 Miliar di Way Kanan

Pihak awak media yang turun ke beberapa titik kembali menemukan temuan terbarunya di beberapa sekolahan berbeda yang nyata nyata memang belum selesai sama sekali, dan ada banyak sub kontraktor yang belum diselesaikan pembayarannya.

Menurut dugaan sementara nilai kontrak yang belum terbayarkan dari salah satu sub kontraktor senilai Rp 300an juta menurutnya kemungkinan besar sub kontraktor lain masih banyak yang belum di bayarkan oleh pihak kontraktor. (Habibi Prabu)

Baca Juga:  Rekam Jejak PT Hagitasinar Lestarimegah, Penguasa Proyek Rp 32 Miliar di Way Kanan

PT Hagitasinar Lestarimegah

Posting Terkait