Kemenhan Kaji Pengembangan Industri Pertahanan di Lampung

Foto: Tommy Saputra

BANDARLAMPUNG – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia masih terus mengkaji pengembangan kawasan industri pertahanan di Provinsi Lampung.

Dalam diskusi antara beberapa perwakilan dari Kemenhan dengan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yang dilaksanakan di ruang rapat Gubernur Lampung, Selasa (21/5) malam, terdapat beberapa alternatif lokasi di Provinsi Lampung yang bisa dijadikan sebagai pusat pengembangan industri pertahanan.

Adapun lokasi yang dinilai sangat strategis tersebut diantaranya di Kabupaten Tulangbawang dan Kabupaten Tanggamus. Sebab kedua daerah tersebut terdapat lahan milik negara yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan negara.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Targetkan 10 Pembagunan Jembatan Rampung Akhir Desember 2017

Ridho meyakini lingkungan Provinsi Lampung siap dan cukup ideal dari sisi letak, sumberdaya, connectivity, dan lainnya termasuk yang paling siap dibandingkan provinsi lain.

“Tentunya bicara pengembangan harus keluar dari Pulau Jawa dan Lampung termasuk yang pailng dekat apabila dibutuhkan dukungan-dukungan apapun dari Jawa,” ujar Ridho.

Dia menjelaskan, keberadaan industri pertahanan akan mendukung fasilitas yang ada di setiap daerah sehingga mampu meningkatkan daya saing Provinsi Lampung kesepannya.

“Memiliki pertahanan sendiri-sendiri. Satu provinsi itu bisa saja lebih dari satu kawasan industri pertahanan asalkan  tidak berdekatan. Dan semua itu akan mendukung aktivitas lainnya seperti kawasan industri maritim di Tanggamus. Di teluk sebelahnya bisa dibangun armada yang melindungi sehingga tinggal diperkuat pasukannya, jadi ada perlindungannya masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga:  Ridho: Santri Bagian Dari Pembangunan

Menurutnya, pengembangan industri pertahanan minimal harus bertahan sampai dengan 30 tahun dan idealnya 50 tahun kedepan. Dari itu dibutuhkan perencanaan yang matang mulai dari kesiapan lahan dan terdukung lingkungannya.

Di sisi lain, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhan, Abdullah Sani mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari visibilities yang dilakukan oleh Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Baca Juga:  Gubernur Lampung Serahkan Sapi dari Presiden Seberat 1,2 Ton

“Kami bekerjasama dengan LAPI ITB untuk melaksanakan visibilities. Adapun bagaimana prospek atau hasil dari visibilities ini memang masih cukup panjang waktunya karena setelah ini banyak kebijakan yang harus dibicarakan dengan pemerintah,” jelas Abdullah.

Ia berharap pengembangan industri pertahanan ini dapat terwujud walaupun tidak secara menyeluruh sebab kemungkinan sebagian daerah lain juga bisa dimanfaatkan sebagai industri pertahanan. (ADV)

Gubernur Lampung Kemenhan Pengembangan Industri Pertahanan

Posting Terkait