Kemenkop & UKM Apresiasi Usaha Furniture dari Limbah Kayu Kapten Cermo

Ilustrasi. (Ist)

Sosok Kapten Inf Cermo Wijaya, selain anggota Yonif MR 412 / BES/6/2 Kostrad Purworejo, juga motivator usaha kecil bagi masyarakat di sekitarnya. Salah satunya adalah usaha furniture dari limbah kayu dengan kualitas tinggi.

Berawal dari kecintaannya terhadap alam sekitar, Kapten Cermo begitu biasa disapa, melihat banyak sekali potensi limbah kayu yang sebenarnya mampu diubah menjadi sebuah barang yang bernilai nominal ketimbang dibakar.

Dengan menggandeng teman-teman yang dirasa memiliki potensi kreativitas yang mumpuni, tapi belum terfasilitasi maupun tergarap dengan lebih baik, dari situlah Kapten Inf Cermo mulai memotivasi masyarakat.

Awalnya hanya sekedar ngobrol-ngobrol,setelah mendapatkan kesamaan kecintaan atau presepsi, lalu mulai bergerak bersama untuk mencari bahan maupun proses pembuatan hasil karya.

Diungkapkanya bahwa, bahan baku sangat mudah diperoleh di sekitaran Purworejo. Dimana kayu-kayu itu adalah limbah tidak terpakai seperti kayu bekas erosi  tanah, udara maupun air. Kurang lebih ada 8 orang pengrajin yang setiap minggunya sering berkumpul bersama untuk membuat hasil karya furniture.

Bentuk kayu yang unik dan aneh menjadikan nilai artistik tersendiri di para tangan pengkrajin. Dengan menambahkan sentuhan nilai seni yang tinggi kayu yang tadinya tidak terpakai kini bisa menjadi meja, kursi, lemari dan berbagai barang  yang memiliki nilai jual tinggi.

Kayu-kayu yang digunakan ialah jenis seperti batang aren,  Kelapa ,   Klengkeng, Munggur,  Jati, trembesi, sonokeling dan banyak lagi.

Penjualannya pun lakukan melalui media online maupun lewat rekan-rekan mereka sendiri. Dengan kisaran harga  1 juta rupiah per set hingga 20 juta rupiah per set, semua tergantung kesulitan desain maupun jenis kayu.

Penjualan  sudah sampai luar kota hampir menyeluruh ke Indonesia. kebanyakan jenis meja kursi, lemari, dekorasi ruangan untuk rumah maupun cafe.

Bertepatan juga dengan  ada Romansa Purwore Expo 2018 dari tanggal 31 hingga  4 November hasil karya Kapten Inf Cermo beserta rekan-rekan ditampilkan di salah satu stand expo tepatnya bersamaan Stand Angudi Laras sisi barat Alun-alun Purworejo.

Expo yang dibuka oleh Bupati Purworejo Agus Bastian dan juga dihadiri pula oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi Dan UKM RI Rulli Nuryanto. Usai pembukaan  Rulli Nuryanto tertarik melihat hasil karya Furniture Kapten Inf Cermo beserta rekan-rekan.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM RI Rulli Nuryanto mengatakan, kalau bicara produk kayu seperti ini biasanya identik Jepara, tapi dalam Expo tersebut ada karya-karya yang tidak kalah dengan Jepara.

Tentunya  semua ini usaha masyarakat untuk meningkatkan ekonomi juga harus dibantu dengan menejemen penjualan melalui media-media sosial maupun masa, agar transaksi penjualan tidak harus langsung bertatap muka, tapi bisa online. (*)

Furniture Kapten Cermo Limbah Kayu

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan