Kemenparekraf Gelar Sosialisasi Industri MICE

 

September 2021 – Dalam rangka menghadapi tatanan kenormalan baru, khususnya pada sektor MICE, Kementerian pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia bersama dengan The Indonesian Convention & Exhibition Bureau (INACEB) serta melibatkan masukan yang signifikan dari stakeholders MICE telah menyusun rancangan panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan (CHSE) pada penyelenggaraan kegiatan pertemuan, insentif, konvensi dan pameran atau MICE.

Panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan pada kegiatan MICE ini menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan kegiatan MICE yang aturan teknis spesifiknya akan disesuaikan dengan panduan yang dibuat oleh Asosiasi dan
Industri MICE sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Panduan ini merupakan panduan
operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang diturunkan pada pelaksanaan kegiatan MICE di Indonesia.
Ketentuan yang termuat dalam panduan ini juga mengacu pada protokol dan panduan yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia, World Health Organization (WHO), Travel & Tourism Council (WTTC), serta Asosiasi MICE nasional dan internasional seperti ICCA, UFI, AIPC, serta ASPERAPI.

Panduan ini telah disosialisasikan di tahun 2020 di 9 destinasi MICE antara lain; Yogyakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Manado, Mataram, Banten (mewakili Jakarta), Semarang, dan Batam serta di awal tahun 2021 di 5 Destinasi Super Prioritas antara lain; Borobudur, Toba, Mandalika, Likupang, dan Labuan Bajo.

Sosialisasi dilaksanakan kepada para Stakeholders MICE untuk menyamakan pemahaman mengenai isi Panduan sehingga panduan dapat dijalankan dengan sesuai pada pelaksanaan kegiatan MICE di destinasi tersebut. Pada semester kedua tahun ini, Sosialisasi Panduan CHSE MICE selanjutnya dilaksanakan di Makassar, Balikpapan, Lampung, dan Kupang.
Lampung menjadi salah satu kota penyelenggaraan sosialisasi panduan CHSE tahun ini dengan melihat potensi MICE-nya yang sangat besar. Dilihat dari pesona dan potensi destinasi wisata yang begitu luas dan beragam, diharapkan Lampung bisa menjadi tuan rumah event dan pameran Nasional dan Internasional. Infrastruktur dan fasilitas MICE yang dimiliki sudah sangat mumpuni, mulai dari Bandara Internasional hingga banyaknya hotel-hotel yang dapat menjadi lokasi penyelenggaraan MICE.

Selain itu faktor pendukung seperti daya tarik wisata yang menarik dan ragam kuliner khas Lampung yang menggugah selera
menjadi daya tarik tersendiri. Sosialisasi yang diselenggarakan dirangkaikan dengan simulasi pameran skala kecil yang
diikuti oleh UMKM lokal di Lampung yang menyajikan produk-produk khas Lampung. Selain pameran, dilaksanakan juga simulasi Perjalanan Insentif yang diikuti oleh media lokal dalam rangka meninjau secara langsung kesiapan destinasi wisata untuk penyelenggaraan perjalanan insentif dengan penerapan CHSE.

Masruroh, Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran – Kemenparekraf,
mengharapkan melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi panduan ini, para stakeholders MICE di Lampung khususnya Kota Bandar Lampung memiliki pemahaman yang sama akan pentingnya menjalankan protokol yang telah disusun dalam panduan, sehingga wisatawan MICE yang akan melaksanakan kegiatan MICE nya di Lampung dapat merasa aman dan nyaman dan sektor MICE kembali siap dan mampu bangkit kembali untuk memacu pertumbuhan dan kreativitas yang lebih baik dari sebelumnya, dan menjadikan Lampung sebagai destinasi MICE yang memiliki value proposition yang dapat memenangkan persaingan
di dunia internasional.

Posting Terkait