Kemenpora Tes Fisik Atlet PPLP Lampung

BANDARLAMPUNG—Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung menggelar pelatihan fisik terhadap seluruh atlet yang tergabung dalam Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Lampung. Sebanyak 48 atlet mengikuti kegiatan yang dilangsungkan selama 3 hari mulai Rabu (25/10) hingga Jumat (27/10).

Pelatihan fisik ini dipantau langsung oleh Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pengembangan PPLP Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Wahyuningsih, dan Tim Ahli Evaluasi Kondisi Fisik PPLP Se-Indonesia Suprayitno. Kegiatan ini dilangsungkan di Stadion Pahoman, Bandarlampung, Rabu (25/10).

Kasubbid Pengembangan PPLP Kemenpora, Wahyuningsih, mengatakan program pelatihan fisik bagi atlet PPLP ini wajib dilakukan setahun dua kali. Hal ini dilakukan agar melihat kemampuan dari atlet yang tergabung di dalam PPLP. Setiap atlet selalu dimonitor fisik dan kondisinya agar bisa terus menjaga kebugaran dan tidak menurun fisiknya.

Menurut dia, Tim Monitoring ditugaskan agar melihat langsung segala latihan dan kondisi fisik atlet agar bisa dilaporkan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. “Jadi kami bertugas memonitoring mereka, tapi kan terbatas. kami hanya turun satu tahun dua kali. Saya minta meskipun kami tidak turun mereka harus terus berlatih dan mengukur kemampuan fisik mereka,” kata dia.

Baca Juga:  Mengenal Ridho Ficardo Lewat Olahraga

Dari pelatihan fisik ini juga, kata Wahyuningsih, pihaknya akan langsung laporkan ke Kementrian agar menjadi bahan evaluasi kami. “Jadi, kalau penilaian mereka kurang kita sarankan untuk degradasi. Kita mendorong cabor yang berpotensi. Cabor yang memiliki potensi juga kita lihat dari track recordnya seperti pernah menjuarai kejuaraan di tingkat Nasional bahkan Internasional,” kata Kata Wahyuningsih.

Sementara itu, Tim Ahli Evaluasi Kondisi Fisik PLPP se-Indonesia, Suprayitno mengatakan, secara langsung ia belum tahu kondisi fisik para atlet. Namun, dari tes fisik yang dilakukan hari ini bisa dilihat sejauh mana kondisi dan kemampuan fisik para atlet. Harapannya fisik atlet yang di tes hari ini memenuhi kriteria dari Kemenpora.

Baca Juga:  Konsolidasi Komponen Tingkatkan Prestasi Olahraga Seram Bagian Barat

“Dari tes fisik ini kami akan menentukan promosi dan degradasi. Ini bukan untuk cabornya melainkan atlet PPLP dalam cabor yang ada. Seperti tes hari ini jika atlet tidak memenuhi standar fisik dari kami maka kita akan sarankan untuk didegradasi. Nantinya, kita akan minta cabor mengusulkan atlet berpotensi untuk dipromosikan.”

Degradasi ini juga, kata dia, ditentukan dari banyak hal bukan cuma karena fisik menurun. “Tapi, ada juga yang sudah lulus SMA maka akan ada degradasi otomatis, tapi jika kondisi fisik yang menurun maka kita gantikan, kita cari yang potensial saja.” kata Suprayitno yang juga dosen disalah satu Universitas di Medan ini.

Baca Juga:  Alan Budikusuma dan Susi Susanti Akan Menyapa Penggemar Bulutangkis Lampung

Sedangkan Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Provinsi Lampung, Zulkifli Umar, menjelaskan kegiatan pelatihan fisik ini diikuti 48 atlet dari 7 cabor. Di antarnya angkat besi, atletik, karate, senam, gulat, panahan, dan sepak takraw. Tapi dibagi dalam tiga hari penyelenggaraan. Sebanyak 38 atlet mengikuti kegiatan dari tanggal 25-26 Oktober di stadion Pahoman, sementara 10 atlet lainnya berlatih di Kabupaten Pringsewu pada tanggal 27.

“Untuk tes ini ada banyak, seperti tes kecepatan, kelenturan, kekuatan, tes daya ledak, kelincahan, Vo2Max. Setiap cabor berbeda. Kita berharap setiap atlet dari cabor melakukan latihan yang serius agar tidak terdegradasi. Karena, tolok ukur dalam PPLP degradasi dan promosi adalah prestasi. PPLP Lampung juga memiliki 18 cabor potensial yang memiliki atlet berprestasi dan diharapkan ke depan bisa masuk dalam PPLP,” kata Zulkifli Umar. (LP)

Olahraga

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan