Kementrian LHK Lakukan Model SWAT di DAS Sekampung

Bandar Lampung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui UPT Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung melakukan model SWAT (Soil and Water Assesment Tool) di DAS Sekampung dengan bekerjasama Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Hasilnya dipresentasikan pada Selasa, 5 November 2017 di Hotel Grand Praba, Bandar Lampung.

Kegiatan pembahasan dibuka oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Syaiful Bachri yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan RHL Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, MD.Wicaksono, bahwa Lampung beruntung salah satu DASnya yaitu DAS Sekampung merupakan DAS prioritas nasional bersama lima belas DAS lainnya di Indonesia. Oleh karenanya DAS Sekampung mendapat perhatian dan dukungan oleh Kementerian LHK.

DAS sebagai penyangga kehidupan harus dalam kondisi baik, karena apabila mengalami kerusakan harus segera dipulihkan. Upaya pengelolaan DAS terpadu guna keberlanjutan proses perencanaan, monitoring dan evaluasi, maka aplikasi pemodelan SWAT adalah metode efektif dan efisien.

Dalam pembahasan ini bertindak sebagai narasumber, Dustirawan, Kepala BPDASHL Way Seputih Way Sekampung “Monitoring dan Evaluasi Kinerja DAS Sekampung 2016”, Slamet Budi Yuwono, Wakil Ketua Forum DAS Lampung, “Implementasi Model Hidrologi Pengelolaan DAS Provinsi Lampung, dan Kukuh Murtilaksono, Guru Besar Pertanian IPB, “Hasil Kegiatan Operasional SWAT 2017”.

Kegiatan yang diikuti lima puluh peserta dari OPD Provinsi Lampung, UPT Kementerian PUPR, UPT Kementerian LHK, BMKG, Forum DAS Lampung, dan UPTD KPH Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, memberikan rekomendasi bahwa pemulihan DAS sangat dipengaruhi oleh Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang mengacu pada RTkRHL. Terlebih didukung kegiatan pembuatan sumur resapan air, akan mempercepat menjaga dan memulihan DAS.

Hal lain yang tidak terelakkan adalah sinergitas seluruh stakeholders, khususnya Kementerian PUPR, Kementerian LHK, BMKG dan Pemerintah Daerah. Pemulihan DAS Sekampung sebagai penyangga kehidupan. Hal ini merupakan upaya bersama dalam mendukung Provinsi Lampung yang Maju dan Sejahtera, pungkas Kabid Pengelolaan DAS dan RHL Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

1,043 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment