Kemiskinan Terimbas Kenaikan Sembako

Kepala BPS Lampung, Yeane Irmaningrum.ist

BANDARLAMPUNG—Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyebut kenaikan harga bahan makanan turut menyumbang bertambahnya angka kemiskinan di Lampung. Faktor lainnya pertumbuhan ekonomi yang melambat, produktivitas tenaga kerja, dan disparitas kemiskinan urban dan rural.

Kepala BPS Lampung, Yeane Irmaningrum menuturkan, persentase penduduk miskin di Lampung hingga Maret 2018 mencapai 1,09 juta orang atau 13,14 persen dari total penduduk.

“Nilai tersebut bertambah 13,31 ribu atau 0.1 persen dibanding periode September 2017 sebanyak 1,08 juta jiwa,” ujarnya, Selasa (17/7).

Pada September 2017, angka kemiskinan Lampung berada ditingkat 13,04 persen. Ditahun 2018 ini, nilai tersebut naik pada Maret menjadi 13,14 persen dengan sebanyak 13,31 ribu penduduk masuk dalam kategori masyarakat miskin.

Garis kemiskinan di semester I 2018 ini meningkat Rp12.124 atau 3,11 persen dari Rp390.183 per kapita per bulan pada September 2017 menjadi Rp402.307 per kapita per bulan pada Maret 2018. Hal itu mengindikasikan pendapatan penduduk dipusaran garis kemiskinan belum mampu mengimbangi kenaikan harga.

“Kenaikan harga komoditi makanan berperan dominan sebesar 74,73 persen, khususnya dari beras, rokok, dan telur ayam. Sisanya pada barang bukan makanan, seperti biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan kesehatan,” ujarnya.(*)

Posting Terkait