Kemkominfo RI Gelar Wayang Kulit di Pringsewu

PRINGSEWU – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) RI mengadakan Pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang ditempatkan di Pekon Tambah Rejo, Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. dengan dalang KI Warseno Slenk dari Surakarta (Solo) Jawa tengah, Dengan tema “Membangun Manusia Indonesia yang Berkarakter Kebangsaan” Pada Jumat (7/11/2018) Malam.

Kegiatan ini bagian dari menciptakan manusia Indonesia yang berkarakter kebangsaan sangatlah penting dalam tahun politik saat ini proses pembangunan karakter kebangsaan disosialisasikan melalui seni dan budaya Indonesia, Kenapa demikian tahun 2019 Mendatang Indonesia akan menjalankan proses pemilu rakyat.

“Artinya ditahun 2018 dan 2019 adalah proses tahun politik, Baik Caleg (DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota terlibat dalam pembentukan karakter kebangsaan, dengan pemilu yang kondusif dan damai,” Kata Wiryanta direktur Informasi dan Komunikasi pembangunan kemanusiaan dan kebudayaan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi RI.

Wiryanta juga menambahkan, Untuk mencapai cita-cita negara Republik Indonesia yang maju ditahun 2045 mendatang, tentunya perlu adanya dialog interaktif melalui media pertujukan rakyat (Wayang Kulit) Agar proses membangun manusia Indonesia yang berkarakter kebangsaan cepat terwujud.

“Seperti memilih pemimpin yang berkarakter kebangsaan dan bermartabat, melalui pertujukan wayang kulit ini, masyarakat di daerah bisa memahami cerita kebangsaan satu kesatuan yang utuh dari daerah dan terintegrasi secara nasional. Dalam memahami karakter pemimpin RI yang akan datang,” ungkapnya.

Ketika membangun karakter kebangsaan ditahun politik, Sambung Wiryanta. Tentunya untuk mengantisipasi gesekan-gesekan antar warga masyarakat.

“Adanya pagelaran kebudayaan Wayang Kulit seperti ini adalah langkah-langkah pencegahan sebagai sarana informasi agar tidak terjadi gesekan-gesekan antar warga masyarakat yang satu dengan yang lainnya, yang kemudian terbentuk mindset masyarakat berkarakter kebangsaan dalam cara memilih pemimpin,”ujarnya

Dalang Asal Surakarta (Solo) Bawakan Lakon “Bima Bangkit”

Pagelaran Wayang Kulit yang dihelat oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, menghadirkan dalang kenamaan Indonesia yang sudah malang melintang di dunia perwayangan. Ialah Ir. Warseno Hardjodarsono, M.Si., atau yang lebih akrab dikenal Ki Warseno Slank.

Ki Warseno Slenk pada Sabtu malam ini (7/12), membawakan tema “Membangun Manusia Indonesia Yang Berkarakter Indonesia” dalam Lakon Bima Bangkit.

Manusia Indonesia  yang berkarakter kebangsaan dicontohkan dalam lakon ini adalah Bratasena, dikisahkan Bima alias Bratasena lahir dan mendapatkan kepercayaan dari Dewa untuk menyelesaikan tugas mereka termasuk membangun masa depan.

“Lakon ini adalah mengenai rasa kemandirian, kepercayaan untuk mengemban tugas hidup. Jadi diharapkan dengan lakon ini kita bisa mandiri, percaya diri dan mampu untuk menghadapi tantangan zaman dan situasi. tapi tidak meninggalkan karakter bangsa,” ujar Ki Warseno Slenk sesaat sebelum dimulai pentas.

Menurut Ki Warseno Slank, yang berasal dari Solo, Jawa Tengah ini, tema mengenai karakter manusia Indonesia, ialah karakter yang sesuai dengan kehidupan berbangsa.

“Dan Bratasena juga membangun karakter sebagai seorang satria yang memimpin masa depan, tapi tidak meninggalkan daripada karakter bangsa yang memiliki karakter ramah, lemah lembut, sopan santun, tegas bertanggung jawab, kreatif, inovatif dan religius,” bebernya.

Menurut Warseno, manusia yang berkarakter adalah manusia yang mampu menghadapi situasi apapun dan tidak meninggalkan sebagai warga negara (identitas).

“Harapan saya , di tahun politik ini, untuk meredam situasi yang tidak baik satu-satunya yakni lewat budaya. Semua akan kembali sejuk kalau kita bisa membawa diri kita. Dan pagelaran budaya seperti ini diharapkan bisa menangkis hal hal yang sifatnya tajam, ekstrim dan ngeri,”pungkasnya. (*)

Kemkominfo RI Wayang Kulit di Pringsewu

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan