Kenaikan Harga Komoditas Picu Inflasi Perdesaan

Ilustrasi. (Ist)

BANDARLAMPUNG—Kenaikan beberapa kelompok indeks harga, salah satunya kelompok bahan makanan membuat inflasi perdesaan di Lampung mencapai 0,12% pada Oktober 2017.

Pada Oktober 2017, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, antara lain pada komoditas tanaman pangan seperti: gabah, jagung, dan ketela pohon/ubi kayu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Yeane Irmaningrum S menjelaskan, subsektor perkebunan dan subsektor perikanan tangkap juga mengalami kenaikan harga, seperti pada komoditas kelapa sawit, kakao, karet dan beberapa jenis ikan tangkap.

Sebaliknya, subsektor hortikultura, peternakan, dan perikanan budi daya mengalami penurunan harga, antara lain pada komoditas kol/kubis, wortel, ternak kecil, ayam buras, ayam ras pedaging, lele, ikan mas, dan nila.

Baca Juga:  Beras Topang Inflasi Kota Metro

Yeane merincikan, indeks harga kelompok bahan makanan naik sebesar 0,19%; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,15%; kelompok sandang sebesar 0,12%; dan kelompok kesehatan 0,33%. Sementara itu, beberapa kelompok indeks harga mengalami penurunan.

“Sebagian subsektor mengalami peningkatan nilai tukar petani (NTP) pada Oktober lalu, kecuali hortikultura, peternakan, dan perikanan budi daya,” ujarnya.

Secara rinci, subsektor pertanian tanaman pangan (2,64%), subsektor tanaman hortikultura (-1,10%), subsektor tanaman perkebunan rakyat (0,12%), subsektor peternakan (-0,21%), subsektor perikanan tangkap (1,15%), dan subsektor perikanan budi daya (-0,26%). NTP Provinsi Lampung secara gabungan naik sebesar 0,61%.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Tekan Inflasi Jelang Ramadhan

Harga Gabah Naik

Selama Oktober 2017, harga gabah di tingkat petani mengalami kenaikan rata-rata harga kelompok kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar 10,59% dari Rp4.700 per kg menjadi Rp5.197 per kg. Dengan kelompok kualitas yang sama, harga gabah di tingkat penggilingan naik sebesar 10,14% dari Rp4.804,17 per kg menjadi Rp5.291,46 per kg.

Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp5.600 per kg. Harga tersebut untuk gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang di Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Harga gabah terendah mencapai Rp4.900 per kg pada gabah kualitas GKP, yaitu Varietas Ciherang di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp3.700 per kg.

Baca Juga:  TPID Diminta Pantau Gejolak Harga

Di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp5.725 per kg. Harga itu untuk gabah kualitas GKP, yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Sendang Agung. Sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP sekitar Rp5.000 per kg dengan Varietas Ciherang di Kecamatan Palas. Harga tersebut berada di atas HPP, yaitu Rp3.750 per kg.(*)

Indeks Harga Inflasi

Posting Terkait