Kepala Tiyuh Dilarang Rangkap Jabatan

Ilustrasi.

PANARAGAN –  Meski tahapan pemilihan kepalo tiyuh belum dimulai, tapi Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT) di Tulangbawang Barat (Tubaba) telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Di antaranya melarang rangkap jabatan.

Hal ini dibuktikan dengan pemanggilan anggota BPT yang akan maju menjadi kepalo tiyuh di Dayasakti kecamatan Tumijajar, Selasa(5/6). “Ada anggota BPT yang akan mengikuti pemilihan kepalo tiyuh serentak, tahun ini. Maka kami minta untuk cuti atau mundur dari BPT, meski pemilihan digelar pada Oktober mendatang,” ujar Ketua BPT Tiyuh Dayasakti Sumarno.

Hal ini menurut Marno agar tidak mengganggu kinerja sebagai anggota BPT. Saat ditanya terkait nama Heri Supari dikabarkan sudah bukan BPT sejak beberapa bulan terakhir, dirinya tidak menampik hal itu.

“Iya benar pak Heri memang sudah tidak aktif selama beberapa bulan ini, tapi di SK nama beliau masih ada. Dan sebelum ada SK baru dari Bupati. Jadi,  Heri Supari masih resmi anggota BPT, ini aturan jangan dianggap sepele,” kata Marno.

Senada diungkapkan anggota BPT lainnya Priantoro, dirinya minta kepada semua pihak untuk memahami aturan. Karena menurut Anto BPT adalah kolektif koligial. Artinya, jika belum ada berita acara pergantian antar waktu (PAW) sebagai anggota BPT secara hukum masih resmi sebagai anggota BPT.

“SK BPT yang menandatangani adalah bupati, maka yang berhak memberhentikan adalah bupati, itupun berdasarkan peraturan atau tata trertib yang sesuai dengan undang-undang desa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BPT Tiyuh Dayasakti Heri Supari membenarkan dirinya telah dipanggil dan siap menaati peraturan serta tata tertib pemilihan kepalo tiyuh. “Kalau itu memang syarat dan diatur dalam perbub saya siap cuti atau mundur demi kelancaran tahapan pilkati,” ujarnya.

Sebagai warga yang baik menurut Heri, harus mematuhi peraturan yang berlaku, karena peraturan memang harus ditaati. Selain itu dirinya berharap semua bakal calon harus bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat dalam menegakkan aturan. Karena menurut dia, peraturan dibuat untuk ditaati, bukan untuk dilawan. Dirinya juga meminta kepada panitia untuk bersikap netral, jangan sampai ada kecurangan.”Saya minta kepada panitia harus netral, dan jangan sampai ada keberpihakan,”pungkasnya.(GS)

1,184 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Kepala Tiyuh Dilarang Rangkap Jabatan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan