Ketua APDESI Tanggamus Bantah OTT

KOTAAGUNG-Adanya pemberitaan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Tanggamus dan telah menetapkan SF (39) selaku bendahara APDESI Kecamatan sebagai tersangka, Syahri selaku Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Tanggamus membantah lembaganya dituduh melakukan pemotongan Dana Desa.

Hal itu disampaikan saat usai menggelar Press Confrencee, Senin (21/8) sore. Namun Syahri mengakui adanya penarikan dana sejumlah Rp. 7.5 Juta yang dikumpulkan dari setiap Pekon dengan dasar telah ada kesepakatan setiap kepala Pekon dan untuk kas APDESI yang berasal dari gaji Kepala Pekon.

Baca Juga:  2 Pejabat Pesawaran Ditetapkan Tersangka Pungli

“Saya prihatin, yang pertama ini dikatakan OTT, itu tidak benar karena ini adalah iuran APDESI dan tidak merugikan Negara karena uang itu uang Kepala Pekon sendiri dan tidak ada merugikan Negara” ujar Syahri.

“Itu hak kecamatan sendiri dan memang saya sampaikan, tolong kalian punya uang kas yang gunanya untuk kegiatan-kegiatan misal ada rapat dan sebagainya, jadi saya pinta pada kecamatan untuk menerapkan itu” jelas Syahri.

Baca Juga:  Polda Lampung Dikabarkan OTT Inspektorat Provinsi Lampung

“Ini menurut saya untuk kemajuan APDESI saya tegaskan ini uang pribadi bukan uang Negara” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Polres Tanggamus melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan pemotongan Anggaran Dana Desa yang dilakukan oleh APDESI Kabupaten Tanggamus, dan menetapkan Bendahara APDESI SF (39) yang juga merupakan Kepala Pekon Binjaiwangi Kecamatan Pugung-Tanggamus, dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp. 62.500.000. (L1)

Baca Juga:  Satgas Saber Pungli Tulangbawang Barat Resmi Dibentuk

Saber Pungli

Posting Terkait