Ketua dan Sekretaris PWI Tuba Berebut Ingin jadi Ketua KONI

Ketua PWI Kabupaten Tulangbawang Abdurachman Milenial | Foto: Istimewa

MENGGALA – Rencana mundurnya Ketua dan beberapa pengurus inti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tulangbawang (Tuba) membuka peluang para pemuda untuk terjun menjadi kandidat Ketua KONI.

Abdurachman Milenial yang kini menjabat sebagai Ketua PWI Kabupaten Tulangbawang berniat untuk turun ke gelanggang menjadi kandidat Ketua KONI menggantikan Sopi’i Azhari.

Menurut Abdurachman, niatnya untuk maju sebagai kandidat Ketua KONI, lantaran dirinya menilai selama ini induk seluruh cabang olahraga dibawah kepemimpinan Sopi’i minim prestasi. Bahkan, terkesan mengabaikan para kaum milenial.

“Padahal kaum muda memiliki potensi-potensi bakat olahraga. Jika dibina dengan baik maka kelak akan menjadi atlet yang bakal mengharumkan nama Tulangbawang,” ujarnya, Selasa (10/3).

Untuk itu Abdurahman pastikan jika kelak dirinya dipercaya melanjutkan periode Sopi’i maka akan membuktikan dengan capaian meraih 10 besar dalam perhelatan Porprov 2021.

Baca Juga:  KONI Tulangbawang Dikabarkan Pecah, Pengurus Inti Ramai-ramai Akan Undurkan Diri

“Selain Itu tingkat kesejahteraan para penggurus, mulai tingkat atlet, pengurus cabor hingga pengurus inti menjadi persoalan serius yang wajib diperhatikan. Dengan selalu transparan dan akuntable dalam pengelolaan anggaran semua yang menjadi hak kita berikan dan yang menjadi kewajiban kita laksanakan. Dengan begitu antarpengurus tidak terjadi kecemburuan sosial. Roda organisasi saya jalankan dengan kebersamaan, Insya Allah kita lakukan pembenahan untuk menjadi lebih baik,” tukasnya.

Selain Andurachman, muncul juga nama Erwinsyah, Sekretaris PWI yang juga Humas KONI Tulangbawang juga berniat akan maju pada Musdalub pengunduran dan pemilihan Ketua dan pengurus inti KONI Tulangbawang.

“Saya punya niat maju,itupun jika benar ketua dan beberapa pengurus inti KONI akan mundur, karena biasanya jika ada pengurus inti mundur maka harus digelar musyawarah luar biasa, pengesahan sekaligus pemilihan ketua dan pengurus. Kita lihat saja nanti,” bebernya.

Diketahui pelanggaran Undang-undang yang telah dilakukan oleh beberapa pengurus inti KONI Kabupaten Tulangbawang masa bhakti 2018-2022, menguat.

Baca Juga:  Dandim 0426 Tuba Apresiasi Media

Dalam tubuh KONI terdapat beberapa pejabat publik mulai dari Eksekutif dan Legislatif yang dipercaya mengisi posisi strategis.

Seperti Ketua KONI Sopi’i Aahari Politisi PDIP yang kini duduk sebagai Ketua DPRD Tulangbawang, Marjoko Anggota DPRD Tulangbawang, Bendahara Arif Budiman yang notabenenya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor 03 tahun-tahun 2005 tentang Keolahragaan Nasional.

Dalam Pasal 40, dijelaskan Pengurus Komite Olahraga Nasional,Komite Olahraga Provinsi,dan Komite Olahraga Kabupaten/Kota bersifat Mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan Jabatan Struktural dan Jabatan Publik.

Selain melakukan pelanggaran UU Sopi’i dan Beberapa pengurus lainya juga telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

Dalam PP tersebut dijelaskan secara umum,”Pengaturan larangan rangkap jabatan pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, dan komite olahraga kabupaten/kota dengan jabatan struktural dan/atau jabatan publik, dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya konflik kepentingan di dalam kepengurusan yang berpotensi terjadinya penyalahgunaan kewenangan.

Baca Juga:  Pengurus Inti KONI Tulangbawang Diduga Langgar Undang-undang

Dan untuk menjaga kemandirian dan netralitas, serta menjamin keprofesionalan dalam pengelolaan keolahragaan.

Prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam penyelenggaraan keolahragaan diwujudkan antara lain melalui pelaksanaan pengawasan yang melibatkan semua pihak,untuk menjamin berjalannya mekanisme kontrol, menghindari kekurangan dan penyimpangan, dan evaluasi kinerja semua pihak yang diberikan kewenangan untuk menangani penyelenggaraan keolahragaan oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005.

Namun anehnya setelah lebih dari dua tahun duduk manis dikursi ketua Koni tulangbawang 2018-2022 Sopi’i dan beberapa pengurus inti yang notabenenya merupakan pejabat Publik baru sadar jika telah melakukan pelanggaran Hukum dengan mengangkanggi Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah.

Sampai berita ini diturunkan ketua Koni Sopi’Ansari belum bisa dihubunggi terkait Pelanggaran Undang-Undang dan PP yang telah dilanggarnya lebih dari Dua Tahun.( MURNI)

KONI Tulangbawang PWI Tuba

Posting Terkait