Ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung Apresiasi Penangkapan Alay

Ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung Watoni Nurdin. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Penangkapan buronan bos besar Bank Tripanca, Sugiarto Wiharjo alias Alay terkait korupsi APBD Lampung Timur senilai Rp108 miliar, beberapa waktu lalu oleh Kejati Bali mendapat apresiasi Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Lampung, Watoni Noerdin.

Penangkapan Alay yang telah menjadi buronan Kejati Lampung sejak 2014 lalu, memperlihatkan konektivitas aparat penegak hukum cukup terkoordinasi dengan baik sehingga menghasilkan kinerja yang profesional.

“Saya selaku pribadi maupun kader PDIP di lembaga DPRD Lampung mengapresiasi aparat penegak hukum, baik Kejagung, Kejati Bali dan Kejati Lampung atas keberhasilannya menangkap Alay,” kata Ketua fraksi PDIP DPRD Lampung, Watoni Nurdin, Senin (11/2).

Kendati demikian, ia mempertanyakan kinerja dari aparat hukum ini yang selalu bekerja cepat dalam menangani beberapa hal, seperti, teroris, pembunuhan hingga penyebaran kebencian.

Namun memakan waktu cukup lama dalam menangani konteks penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD).

“Untuk menganalisanya, apakah instrumen kerja belum memadai atau tidak mampu mendeteksi karena masalah prasarana sarana,” ungkapnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa yang namanya buronan, kata Watoni, tidak ada masa expired atau kadaluarsa selama telah masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk menjalani putusan kejaksaan.

Oleh sebab itu, sampai kapanpun, status mantan Bupati Lampung Timur Satono saat ini tetap sebagai terdakwa dan terpidana yang melarikan diri.

“Jadi dia (Satono) masih diburu oleh Kejaksaan Tinggi Lampung setelah divonis 15 tahun oleh Mahkamah Agung atas tindak pidana korupsi APBD Lampung Timur senilai Rp 119 miliar,” ungkap Watoni. (TM)

Penangkapan Alay

Penulis: 
    author

    Posting Terkait