Ketum PB Shokaido Djeni Warman: Lampung Segera Konsolidasi!

Ketua Umum PB Shokaido Marsma TNI Purn Djeni Warman saat sambutan Pelantikan-Pengukuhan Pengprov Shokaido Lampung 2019-2023 di Hotel Horison, Bandarlampung, Sabtu (21/9/2019). | Muzzamil

BANDARLAMPUNG — Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Shotokan Kandaga Indonesia (Shokaido) Marsekal Pertama TNI (Purn) Djeni Warman meminta Pengprov (Pengurus Provinsi) Shokaido Lampung yang baru dilantik dan dikukuhkan, fokus dua poin.

Pertama, konsolidasi organisasi, termasuk terus bersinergi, menjaga kekompakan intern dan hubungan harmonis di antara sesama perguruan karatedo di Lampung.

Kedua, melakukan pembinaan berjenjang dan berkelanjutan bagi atlit binaan di seluruh kelompok usia, dari usia dini, prapemula, pemula, maupun kadet junior.

“Termasuk sembilan kabupaten yang belum ada Pengurus Kabupaten agar difasilitasi pembentukannya. Ini demi peningkatan prestasi nasional dan internasional,” ujar Djeni, dalam penutup sambutannya pada acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengprov Shokaido Lampung 2019-2023, di Hotel Horison, Bandarlampung, Sabtu (21/9/2019).

Sebelumnya, selain mengisahkan sejarah singkat perguruan karate yang didirikan oleh mendiang Sechan Muhammad Iskandar asal Sukabumi, Jawa Barat, 18 Juli 1971 silam, mantan Wakil Asisten Logistik (Waaslog) Panglima TNI (2012) itu memotivasi seisi ruangan yang hadir dengan unjuk raihan prestasi Shokaido pasca-Munaslub 2015.

“Saat ini sebenarnya masih masa transisi perubahan nama dari Shotokan Kandaga Prana ke Shokaido, tinggal nunggu SK resmi dari PB Forki (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia),” terang Djeni, yang hadir bersama Sekjen Asril Azhari itu.

Kala mendapat mandat organisasi 2015, berbekal limpahan lima Pengprov aktif, ia segera menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang memutuskan perubahan nama dan lambang, dan disetujui dalam Kongres Forki tahun yang sama.

“Tahun 2016 dari lima pengprov, kita nambah enam pengprov se-Sulawesi, jasa Pangdam Wirabuana saat itu. 2017 bertambah tiga, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Lampung. Saat itu Lampung masih embrio, tingkat kabupaten. Akhirnya Kongres ke-15 Forki, Februari 2019 kita resmi punya 23 Pengprov Shokaido se-Indonesia,” ujar Djeni, berselendang tapis Lampung, disambut aplaus hadirin.

Momen akbar penanda eksistensi Shokaido ditaji pada 2016, saat PB Shokaido dipercaya jadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Karate Skif/Shotokan Karate Do International Federation XII di Jakarta, 22-28 Agustus 2016.

Diikuti oleh 972 atlit usia 10-75 tahun asal 52 negara dari total 135 negara anggota, timnas Indonesia unggul di posisi juara ke-2 dengan meraih 6 medali emas, 9 perak, 16 perunggu. Jepang juara pertama, saat itu.

Teranyar, pada kejuaraan serupa yang ke-13 di Republik Ceko, Eropa, 15-21 Juli 2019 lalu,  dari 13 atlit peserta Indonesia, berhasil bawa pulang 2 medali emas dan satu perunggu.

Raihan itu, sebut Djeni, buah kerja keras organisasi termasuk upaya tiap tahun PB Shokaido mendatangkan pelatih dari Jepang untuk pembinaan atlit, dan penataran pelatih dengan pelatih dari PB Forki.

Dalam kesempatan itu hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Lampung, Irwan Sihar Marpaung, mewakili sekaligus membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Juga hadir, Danrem 043/Gatam Kolonel TNI Inf Taufik Hanafi, Danlanal Lampung Kolonel Laut (P) Albertus Agung Priyo S, Kadispora Lampung Budhi Darmawan, Dandim 0410/Bandarlampung Letkol TNI (Inf) Romas Herlandes, Sekretaris Umum Forki Lampung Heri Sadly, Rektor IIB Darmajaya Firmansyah Yunialfi Alfian, perwakilan Pengprov KONI Lampung, pengurus enam Pengcab Shokaido dan perguruan karate se-Lampung.

Di sela ramah tamah usai pelantikan, Ketua Pengprov Shokaido Lampung Ary Meizari Alfian didampingi sekretaris Dr Diki Hidayat menyatakan kesiapan Lampung memenuhi target konsolidasi tersebut. “Kami juga siap menyukseskan Munas Shokaido, Sukabumi Jawa Barat, November 2019 ini,” ujar Ary. (*)

Djeni Warman Shokaido

Posting Terkait